Berbeda Sehari, NU Akan Awali Puasa Pada 29 Juni

Penulis : user | Kamis, 26 Juni 2014 - 16:28 WIB

Ilustrasi Hilal / Net

Beritariau.com - Ormas Nahdhatul Ulama (NU) kemungkinan akan mengawali puasa pada Minggu 29 Juni. Ini berbeda dengan Muhammadiyah yang telah menentukan awal puasa pada Sabtu 28 Juni.

Koordinator Tim Rukyatul Hilal Pengurus Wilayah Nahdhotul Ulama (PWNU) Jawa Timur Saleh Hayat menyatakan, keputusan resminya setelah Rukyatul Hilal untuk melihat bulan.

NU, lanjutnya, menggunakan dua metode yakni hisab dan rukyat. Untuk Hisab atau perhitungan, didasarkan dari sejumlah kajian kitab-kitab salaf.

"Kitab-kitab Salaf itu menjadi rujukan ulama-ulama NU saat melakukan Hisab atau perhitungan. Berdasarkan Hisab, hilal tidak bisa dilihat karena di bawah 1 derajat," kata Saleh kepada Okezone, Rabu (25/6/2014).

Wakil Ketua PWNU Jatim ini menjelaskan, dalam kitab Sullamun Nayyirin disebutkan ijtimak antara Bulan dan Matahari terjadi pada pukul 15.08 WIB pada Minggu 27 Juni. Saat itu, ketinggian hilal berada di bawah 2 derajat.

Rukyat dilakukan pada Pukul 17.00 WIB hingga pukul 18.00 saat itu menjelang khuruj atau keluarnya bulan baru. Khuruj diprediksi akan terjadi pada pukul 17.31 Wib.

Menurut kitab Sullamun Nayyirin ketinggian hilal 0,8 derajat, Kitab Fatkhul Manan setinggi 1,46 derajat, Kitab Irsyatul 'Ibad 0,8 Derajat.

Dengan melihat perhitungan tersebut akan terjadi Imkanu Rukyat. Artinya, sangat mungkin Hilal tidak bisa dilihat saat Rukyat, kondisi ini secara syariat akan dilakukan istikmal atau penyempurnaan bulan sya'ban menjadi 30 hari.

Berdasarkan syariat, rukyat hanya dilakukan Ba'da Ghurub atau setelah matahari terbenam. Sementara jika ada metode rukyat yang dilakukan qobla ghurub sangat bertentangan dengan syariat yang ada. Secara teori, rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas bulan sabit nampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak.

Sumber : Okezone

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

    Komentar Via Facebook :