Info Lengkap. Masuknya dari mana?

Tau Ga, Miras Masuk Secara Ilegal di Pekanbaru loh ! Cekidot...

Penulis : user | Selasa, 11 November 2014 - 21:34 WIB

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Konsekuensi menyandang gelar "Kota" tentu ada bagi Kota Pekanbaru. Kota, juga identik dengan hiburan malam, dan hiburan malam identik dengan minuman alkohol bahkan narkoba. Berita ini, sebagai edukasi, informasi dan referensi bagi pemerintah dan penegak hukum.

Minuman Beralkohol disebut juga Minol, secara lembaran negara (Undang-undang) baik perdagangan maupun bea cukai, dikenal dengan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Orang awam cukup mengenalnya dengan sebutan "Miras".

Kata itu cukup akrab ditelinga. Namun, siapa sangka, tak banyak yang tau ketentuan bahkan bagaimana bisa beredar. Apalagi di Kota Pekanbaru yang memiliki tak sedikit pusat hiburan malam. Warga cuma tau, "Miras Memabukkan".

Miras kan dilarang ? Eits, belum tentu. Kalo Bang Rhoma Irama tentu melarang keras. Sayang, negara tak sejalan dengan dendang lagu ai Raja Dangdut itu. Intinya, miras di Indonesia diatur, dibatasi, dikendalikan dan diawasi.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Beritariau.com mencoba mengurai sedikit demi sedikit soal peredaran miras di Pekanbaru. Baik dari sumber lembaran negara, wawancara, bahkan melalui berita investigasi. Berikut salah satu uraiannya :

Diawali dari Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia (Permendag RI) No 20 Tahun 2014 tentang Ketentuan Pengadaan, Pengedaran, Penjualan, Pengawasan, dan Pengendalian Minuman Beralkohol, juncto (jo) Permendag 11 Tahun 2012 jo Permendag No 43 Tahun 2009 jo Permendag No 53 Tahun 2010.

Peraturan itu, untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9 Peraturan Presiden No 74 Tahun 2013 tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol.

Dijelaskan bahwa Minuman Beralkohol ada minuman yang mengandung etanol atau etil alkohol (C2H5OH). Kemudian, minuman itu pun dikelompokkan menjadi beberapa golongan.

Golongan A, minuman yang mengandul etanol atau etil alkohol dengan kadar sampai dengan 5 persen (%). Lalu, Golongan C yakni, dengan kadar lebih dari 5% sampai dengan 20%. Dan terakhir, Golongan C, dengan kadar lebih dari 20% sampai dengan 55%.

Dalam lampiran peraturan itu, tertera Jenis atau Produk Minuman Beralkohol yang dapat diimpor dan diedarkan didalam negeri.

Nah, mau tau lebih lanjut apa aja Jenis atau Produk Minuman Beralkohol Golongan A, B dan C? Dalam Lampiran I (pertama) peraturan itu disebutkan. Berikut cuplikannya :

 FOTO : Lampiran I Permendag RI No 20 Tahun 2014 pada Halaman 27 | Istimewa | Beritariau.com 2014

Nah, dari semua jenis itu, tak semua yang dapat dijual di Indonesia. Dalam Lampiran II (kedua) pada lembaran ke 28, 29 dan 30 Peraturan itu, dijelaskan beberapa Jenis atau Produk Minuman yang dapat Diimpor dan Diperdagangkan di Dalam Negeri.

Berikut ringkasannya yang dihimpun oleh Beritariau.com, sesuai kode.

Kode 22.03 : Bir terbuat dari malt. Ini masuk kelompok Golongan A, antara lain : Bir Hitam, Porter, Ale dan sejenisnya.

Kode 22.04 : Minuman Fermentasi dari buah anggur segar, termasuk minuman fermentasi yang diperkuat ; Grape Must.

Kode 22.05 : Vermouth dan minuman fermentasi lainnya dari buah anggur segar yang diberi rasa dengan zat nabati atau zat beraroma.

Kode 22.04 dan 22.05 tergolong dalam kelompok Golongan B yakni, 5% hingga 20%.

Kode 22.06 : Minuman fermentasi lainnya yang tak masuk dalam salah satu kelompok antara lain : tuak, sake, shandy dan lainnya.

Kode 22.08 : Etil alkohol yang tidak didenaturasi dengan kadar alkohol kurang dari 80% menurut volumenya ; Spirit, Sopi manis dan minuman alkohol lainnya. Kategori ini beserta "keturunannya", masuk dalam kelompok golongan C, alias kelas berat.

Bingung ? Biar gampang, Beritariau.com telah menghimpun beberapa keterangan di lapangan, alias di sejumlah lokasi yang menyediakan miras. Ini beberapa miras yang marak beredar di Pekanbaru.

Golongan A : Bir dan "saudaranya", Smirnoff Ice dan Jim Beam. Sementara, golongan B, yaitu Jacob's Creek, Penfolds dan Wolf Blass. Untuk golongan C yakni, Jack Daniels dan Johnny Walker, Chivas Regal, Martel, Red/Black Label

Dijual (Beredar) Secara Ilegal?

Kenapa diduga ilegal? Nah, meski negara membuka peluang menjual minuman ini, namun untuk menjual, ada kelompok usaha yang dibagi yakni, Importir Terdaftar atau IT (di Indonesia hanya ada beberapa), Distributor, Sub Distributor, Pengecer dan Penjual Langsung.

Untuk menjadi Distributor, kabarnya urusannya sangat sulit. Apalagi jadi Importir. Untuk di Pekanbaru, dari data yang dirangkum, tempat hiburan malam baik yang merupakan fasilitas hotel maupun yang berdiri sendiri, hanya mengantongi izin selaku Sub Distributor.

Disini, mereka diwajibkan mengurus Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB) di Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Setelah izin itu keluar, ada syarat tambahan, yaitu mengurus Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) dari Kantor Bea Cukai.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kota Pekanbaru, Masirba Sulaiman beberapa waktu lalu menyatakan bahwa, rata-rata pelaku usaha yang menjual miras itu, sudah mengantongi SIUP-MB golongan B. Namun, untuk golongan C, tak sampai 20% dari seluruh pelaku usaha. Dan, wajib mengurus NPPBKC ke Bea Cukai.

"Kalau belum mengurus ke Bea Cukai, SIUP-MB nya, bisa kita cabut. Dan, minumannya bisa disegel," kata Masriba saat dikonfirmasi Beritariau.com, Kamis (30/10/14) lalu.

Sementara itu, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pekanbaru, Elfi Haris melalui Humasnya, Ali Winoto yang dikonfirmasi setelah dua pekan sebelumnya melakukan razia terhadap sejumlah lokasi, membenarkan ketentuan itu. [Baca : Wah ! Hotel Labersa, Swiss-Belinn dan Star City, Jual Miras Tanpa Izin]

Ketiga tempat itu, akhirnya didenda masing-masing sebesar Rp20 Juta. Sebab, sebelumnya pada Juni lalu, pihak Bea Cukai telah me"warning" para pelaku usaha agar mengurus izin. [Baca : Swiss-belinn Hotel dan Star City Dilarang Jual Miras, Disperindag Akan Tindak]

Denda itu, kata Ali, sesuai perintah pada pasal 14 ayat 7 UU Nomor 39 Tahun 2007 sebagaimana diubah dari UU 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

Selain ditempat itu, pusat hiburan malam lain yang tergolong kelas "kakap" juga diketahui menyediakan miras itu, antara lain : MP Club di Gedung Mal Pekanbaru, SP Club di Gedung Senapelan, RP Club di Komplek Hotel Grand Elite, XP Club di Jalan Sudirman, Dragon Pub&KTV di kawasan Hotel New Hollywood, Sago KTV di kawasan Hotel Furaya, Arena Entertainment di Jalan Tuanku Tambusai, CE7 Pub&KTV di Jalan Cempaka, Score di Gedung Mal Pekanbaru, dan lainnya.

Dalam suatu kesempatan, Beritariau.com sempat mencatat aktivitas penjualan miras itu di Dragon Pub&KTV. [Baca : Ups..! Penari Setengah Bugil Meliuk di HUT ke 2 Grand Dragon Pub Pekanbaru]

Selain ketentuan mengurus ke Bea Cukai, yang menarik perhatian, dari info yang dirangkum, ternyata di Pekanbaru, belum ada pelabuhan khusus untuk aktivitas bongkar muat atau transportasi resmi untuk peredaran miras untuk yang dilekati pita cukai. Apalagi miras tanpa pita cukai, sudah barang tentu ilegal.

Informasi itu dibenarkan oleh Bea Cukai, namun, Bea Cukai sejauh ini mengaku belum mengetahui asal muasal dari mana datangnya miras-miras itu ke Pekanbaru, baik jalur darat maupun jalur perairan.

"Untuk jalur perairan, hingga kini, kita belum ada mengeluarkan surat izin pelabuhan resmi bongkar muat minuman beralkohol," kata Humas Bea dan Cukai, Ali Winoto kepada Beritariau.com, Selasa (04/11/14) lalu. [TIM]

Lha, kalo "gerbang tol" alias pintu masuk resminya gak ada, lantas kok bisa ada di Pekanbaru? Ikuti penelusuran Beritariau.com, soal pelabuhan, jam bongkar dan nama kapal pada berita selanjutnya...

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :