Jaksa Khawatir Ada Bentrok

Buktikan Tak "Garap" Hutan, Tedy Mirzal Dal Minta Sidang Lapangan

Penulis : user | Kamis, 13 November 2014 - 08:49 WIB

Tedy Mirzal Dal (kursi terdakwa), Saat Sidang Lanjutan Dugaan Perambahan Kawasan Hutan di Rokan Hulu | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Rohul - Anggota DPRD Rokan Hulu (Rohul) Tedy Mirzal Dal yang menjadi terdakwa dalam sidang lanjutan kasus dugaan perambahan hutan di Desa Kubu Pauh Kecamatan Rambah Samo, membantah seluruh tuduhan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepadanya.

Ia mengaku bahwa, lahan itu didapatnya dengan membeli dari warga desa yang diteken langsung oleh Kepala Desa Pauh sebelumnya. Agar tak bermasalah, Ia pun menanami tanaman karet melalui kelompok tani.

"Agar tidak tersandung hukum terkait lahan yang saat ini masih hutan maka dibentuklah kelompok tani karet," kata Tedy dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pasir Pengaraian, Selasa (11/11/14) kemarin.

Untuk memastikan bahwa Tedy tak merambah hutan, maka, pada Jum'at (14/11/14) mendatang, akan digelar sidang lapangan. Tujuannya untuk mengetahui lebih jelas, siapa sebenarnya yang bersalah dalam kasus ini.

Dijelaskannya, pembukaan lahan itu dilakukannya sejak tahun 1986 silam. Saat itu, status kawasan itu belum jelas apakah masuk dalam kawasan.

Terkait rencana sidang lapangan itu, Jaidi, selaku JPU dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pasir Pengaraian menyatakan bahwa rencana itu sah menurut hukum untuk menentukan titik koordinat lahan yang digugat. Namun, Ia meminta Polres Rohul melakukan pengawalan agar tak terjadi bentrok di lapangan.

"Jika ada pengamanan, sudah tentu akan merasa nyaman. Jika ada bentrok, siapa yang akan tanggung jawab?," ujar Jaidi.

Selain Hakim, Jaksa dan Tedy selaku terdakwa, pada sidang lapangan itu nantinya juga akan menghadirkan saksi ahli. [cp]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :