Tak Jelekkan BRK, Rivai Puji Sikap Irvandi

Dicap "Juara Bertahan" BankRiau, Rivai Rahman: Saya kan Diminta

Penulis : user | Kamis, 13 November 2014 - 23:31 WIB

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Untuk ketiga kalinya, Rivai Rahman kembali menjadi Komisaris di Bank Riau Kepri (BRK). Ia kembali diangkat sebagai salah satu Komisaris Independen pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank RiauKepri (BRK) yang digelar pada Sabtu (08/11/14) hingga Minggu (09/11/14) lalu.

Diangkatnya kembali Rivai Rahman menjadi Komisaris jadi bahasan menarik sejumlah pihak baik di lingkungan BRK maupun Pemprov Riau. Padahal, saat RUPS kemarin ada "sapu bersih. Dimana para calon Direktur Utama (Dirut) dari Internal BRK tak satupun dipercayai.

Bahkan, sejak kabar Rivai kembali diangkat. Isu yang merebak pun tak tanggung bermunculan. Satu diantara, Rivai Rahman dicap sebagai "Juara Bertahan" di BRK.

Terkait istilah itu, Rivai menyikapi dengan cukup santai. Ia mengaku, bahwa dirinya sendiri tak ada keinginan untuk kembali menjadi Komisaris. Justru, sejumlah pemegang saham lah yang memintanya agar tetap berada di jabatan itu.

"Saya sudah sampaikan bahwa saya tak mau lagi jadi Komisaris. Namun, banyak pemegang saham menginginkan saya agar tetap di Bank Riau," kata Rivai Rahman kepada Beritariau.com, Kamis (13/11/14).

Ia pun menuturkan, dua orang Bupati yang merupakan pemegang saham dari daerah yakni, Sukarmis dan Irwan Nasir, menyatakan sikap agar dirinya tidak hengkang dari BRK.

"Kalau Bapak tak di Bank Riau lagi, siapa nanti yang mengawasi?," kata Irwan Nasir saat itu seperti dituturkan Rivai. Atas desakan itu, Ia pun tak kuasa menolak.

Ia juga membantah dengan tegas soal isu tak sedap yang menyatakan, demi menyelamatkan diri, Ia diduga menyetel agenda perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).

"Itu tak betul. Karena saya didesak untuk tetap jadi Komisaris, maka saya minta aturannya dirubah dulu," kata Rivai.

Diterangkannya, dalam aturan di AD/ART disebutkan, seorang Komisaris hanya bisa menjabat selama 2 (dua) periode. Jadi, saat pemegang saham menginginkannya tetap jadi Komisaris, Ia menyarankan agar AD/ART dirubah terlebih dahulu.

Disinggung soal adanya pembahasan Surat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diduga menjadi penyebab "keoknya" sejumlah calon dirut dari Internal Bank Riau, Rivai mengaku tak ada surat semacam itu saat RUPS.

"Tak ada itu. Jadi semuanya dipilih melalui mekanisme dan aturan yang sah. Nah, saat itu ada 3 (tiga) calon yang muncul, yakni, Syamsul Bahri, Irvandi dan Sonni. Mereka masing-masing dinilai secara objektif," lanjutnya.

Ia menerangkan, isu beredar yang mengatakan bahwa BRK sedang "sakit" alias banyak masalah, harus benar-benar diuji. Menurutnya, justru isu-isu dikeluarkan dari internal BRK sendiri.

Contohnya Irvandi, kata Rivai, meski sebagai orang luar BRK, saat visi dan misi, Irvandi malah mengatakan bahwa BRK belum tentu lebih buruk dari sejumlah Bank Daerah di seluruh Indonesia.

"Siapa bilang Bank Riau lebih buruk dari Bank Sumut, Bank Banten dan lain-lain," kata Irvandi saat menyampaikan visi dan misinya malam itu seperti ditirukan Rivai.

Menanggapi kabar adanya "lobby toilet" dan politik "buka kartu" saat RUPS berlangsung, menurutnya, hendaknya konflik internal di BRK segera disudahi.

"Kadang, ada orang yang kemampuannya setingkat SMP, mau mengelola pekerjaan sarjana. Ini harus dilihat secara baik dan jangan saling menjatuhkan," kata Rivai.

Baginya, jabatan di BRK adalah amanah. Tak sedikitpun ada niatnya untuk mencari keuntungan pribadi. "Ngapain saya cari duit, capek loh ngurus BRK ni," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, RUPS yang dipimpin langsung oleh Plt Gubernur Riau Arsyajuliandi Rachman, di ruangan tertutup lantai 8 Hotel Labersa kemarin, cukup ramai dibahas.

Pasalnya, sumber Beritariau.com yang enggan disebutkan namanya, menyatakan sejumlah kejanggalan saat RUPS berlangsung. [Baca : Surat OJK (Bukan) Penyebab calon Dirut dari Intern BankRiau "Keok"]

Kini, RUPS telah usai, sejumlah nama yang direkomendasikan, akan diperiksa oleh OJK apakah layak atau tidak mengurus Bank yang memiliki menara megah itu. [roy]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :