Korupsi Saluran Drainase Pekanbaru

Jaksa Panggil Keluarga Kontraktor Tersangka Korupsi

Penulis : user | Rabu, 20 Agustus 2014 - 18:36 WIB

Ilustrasi Pemeriksaan Tipikor | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru berencana memeriksa Harzal Azwani salah seorang keluarga dari tersangka dugaan korupsi pembangunan saluran drainase primer perkotaan Kota Pekanbaru, Faisal Gani.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Pekanbaru, Abdul Farid kepada wartawan Rabu (20/08/2014) mengatakan, pemanggilan pemeriksaan terhadap Harzal Azwai, salah satu kerabat Faisal Gani tersebut untuk melengkapi berkas tersangka.

"Pemanggilan terhadap keluarga tersangka sebagai saksi. Surat pemanggilan terhadap saksi sudah kita kirim. Saat ini, kita masih menunggu kedatangannya, untuk menjalani pemeriksaan," ujar Farid.

Jika sudah selesai diperiksa, kata Farid, penyidik segera menyelesaikan proses pemberkasan untuk selanjutnya dilakukan proses tahap I. "Kemudian Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan mempelajari berkas perkaranya," katanya.

Apabila tidak ada permasalahan, sambung Farid, maka segera dilakukan proses tahap II. "Kita terus berupaya agar perkara ini segera dilimpahkan ke pengadilan," pungkasnya.

Seperti diketahui, penetapan Faisal Gani sebagai tersangka, terkait jabatannya selaku Direktur pada PT Sakti Bangun Kencana Rayeuk (SBKR), kontraktor pelaksana pengerjaan kegiatan pembangunan drainase primer perkotaan di Kota Pekanbaru. Bersama Asnil, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) PPLP di Direktorat Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI.

Perbuatan tersangka terjadi pada 17 Februari 2012. Saat itu, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU RI, menyalurkan bantuan untuk pengerjaan pembangunan saluran drainase yang berlokasi di Jalan Sepakat, Jalan Paus, Jalan Garuda, Jalan Duyung dan Jalan Cipta Karya, Kota Pekanbaru.

Proyek dengan nilai anggaran Rp5,8 miliar itu dikerjakan kontraktor PT Sakti Bangun Kencana Rayeuk (SBKR), sebagai pemenang lelang.

Berdasarkan anggaran pada pengerjaan proyek tersebut adalah pembangunan jaringan Drainase Jalan Garuda manuju anak sungai di Kecamatan Marpoyan Damai senilai Rp1,498.758.000.

Pembangunan jaringan drainase Jalan Duyung ke anak sungai di Marpoyan Damai sebesar Rp417.434.000. Pembangunan jaringan drainase Jalan Paus sebesar Rp1.056.433.000. Pembangunan jaringan Drainase Jalan Sepakat menuju anak sungai di Kecamatan Tenayan Raya senilai Rp2.007.015.000, dan pembangunan jaringan drainase inlet dan outlet kolam retensi Jalan Cipta Karya senilai Rp148.243.000.

Belum genap setahun pekerjaan selesai. Proyek pembangunan drainase senilai miliaran rupiah itu amburadul. Hal tersebut diduga karena antara Faisal Gani dan Asnil, yang telah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 1 tahun 4 bulan oleh Pengadilan Tipikor Pekanbaru, terjadi kongkalikong dalam pengerjaan proyek tersebut. Sehingga keuangan negara mengalami kerugian sebesar Rp474.418.367. [pan]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :