Urus Kasus Suami, Ibu di Rohil "Diolah" 30 Juta

Penulis : user | Jumat, 22 Agustus 2014 - 14:13 WIB

Ilustrasi Mafia Kasus | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Memang ruwet kalau sudah berhadapan dengan masalah hukum. ER (35), warga Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mencoba segala cara agar AD, suaminya, bisa lepas dari tahanan di Lapas Rohil. Melalui jasa DA (40), kenalan dari temannya, ER mencoba peruntungan dan menyerahkan uang senilai Rp30 Juta sesuai syarat permintaan DA. Masalah makin runyam, AD tak kunjung lepas meski uang telah diserahkan. Merasa ditipu, ER pun melapor ke Polisi.

"Laporan korban sudah masuk, korban pun sudah dimintai keterangannya, selanjutnya pelaku akan kita periksa guna menindaklanjuti laporan ini," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo, Jumat (22/08/2014) membenarkan adanya laporan tindak pidana penipuan yang dilakukan terlapor (DA).

Data di kepolisian menyebutkan, ER meminta tolong kepada DA untuk mengeluarkan AD suaminya yang terlibat kasus Illegal Logging dari Lapas Rohil.

Untuk memuluskan rencana tersebut, DA meminta uang sejumlah Rp30 Juta. Namun setelah uang diberikan, beberapa waktu telah ditunggu, AD suami ER tak juga lepas dari lapas seperti yang dijanjikan DA. Merasa dirugikan, korban melaporkan pelaku ke Polres Rohil.

Sebelumnya AD, tertangkap oleh anggota Polsek Bangko Pusako dalam perkara Illegal Logging, dan pelaku DA berjanji kepada ER untuk mengeluarkan AD, namun setelah uang yang diminta diberikan, AD tidak bisa dikeluarkan, kemudian ER pun melaporkan kasus ini atas dugaan penipuan.

Awalnya, ER dikenalkan oleh rekannya kepada DA yang disebut-sebut bisa mengurus perkara suaminya, sehingga terjadi kesepakatan masalah biaya penyelesaian perkara.

Saat itu, terlapor berjanji dan menyatakan selambat-lambatnya akan mengeluarkan suami korban dalam 2 minggu. Janjinya terlapor bisa mengeluarkan suami korban dalam waktu dua minggu.

Namun hingga laporan ini dibuat, Rabu (20/08/2014) kemarin, suami korban tak juga lepas dari lembaga pemasyarakatan, dan terlapor tak bisa memenuhi janjinya. Karena kejadian ini, korban melaporkan ke Polres Rohil guna penyelidikan lebih lanjut.

"Korban sudah melaporkan secara tertulis ke Polres Rohil, dan polisi tengah melakukan penyelidikan," pungkas Guntur. [pan]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :