Pembunuhan Misterius PRT di Pekanbaru

Duh! Sepekan pasca pembunuhan Darsini, polisi belum dapat hasil, warga dilanda ketakutan

Duh! Sepekan pasca pembunuhan Darsini, polisi belum dapat hasil, warga dilanda ketakutan

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Pekanbaru - Sepekan berlalu, namun kasus pembunuhan Darsini (18), pembantu rumah tangga (PRT) di Jalan Flamboyan, Tampan, Pekanbaru masih menjadi misteri. Warga sekitar pun merasa ketakutan karena pelakunya tak kunjung terkuak.

Seperti diungkapkan salah satu warga perumahan Naunsa Griya Flamboyan yang biasa berjualan di sekitar lokasi pembunuhan. Biasanya tutup jam 22.00 WIB. Namun sejak peristiwa mengerikan itu, pemilik warung tutup pukul 20.00 WIB saja.

"Kami takut, Pak. Makanya warung kami tutup cepat," ungkap warga yang enggan disebutkan namanya itu, Sabtu (21/11).

Hal senada juga diungkapkan warga yang lain. Mereka sangat berharap, polisi segera mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelakunya.

Sementara itu, Kapolsek Tampan Kompol Ari Wibowo mengaku sudah memeriksa sejumlah saksi. Namun, Ia masih menetapkan kasus itu dalam tahap penyelidikan dan belum ada titik terangnya.

"Kita sudah memeriksa sembilan saksi. Untuk sementara, Kita masih penyelidikan, doakan aja ya," katanya, beberapa hari yang lalu.

Dalam kasus ini, polisi baru memeriksa beberapa saksi yaitu tetangga sekitar. Termasuk tetangga-tetangga yang pernah berhubungan dengan korban, misalnya berhubungan dalam arti ngobrol-ngobrol.

Sedangkan majikannya, alias pemilik rumah belum diperiksa sebagai saksi. Karena keduanya baik suami danisteri berada di Jawa.

"Orangtuanya lagi sakit keras, kita belum bisa untuk ambil keterangan. Kalau via telepon, untuk sementara kita ambil keterangan secara lisan. Isterinya bekerja di PLN itu, sedangkan untuk suaminya bekerja di Polri. Dia baru dinas di Jawa," rincinya lagi.

Barang bukti yang sudah diamankan sementara, adalah pakaian termasuk celana dalam korban dan bantal. Sedangkan benda berharga lainnya masih ada di lokasi. Handphone, uang, perhiasan dan laptop tak ada yang hilang.

"Di dekat korban meninggal, di sampingnya ada bantal. Barang-barang yang digunakan tidak ada, pengrusakan rumah pun tidak ada. Bantal, celana dalam korban, pakaian korban, pokoknya pakaian korbanlah, baik itu pakaian dalam maupun pakaian luar," ungkapnya.

Sesuai hasil otopsi, Kompol Ari Wibowo menyebutkan ada lecet di leher karena cekikan dan jeratan. Kemudian juga ada luka benda tumpul di kepala. Benda tumpul itu bisa tangan, tapi kalau di otopsi itu benda tumpul.

Polisi belum bisa menduga motif pembunuhan. Bahkan belum bisa diduga bermotif pemerkosaan. Ditambahkannya, memang kondisi selaput dara korban sudah robek. Namun tak bisa diketahui karena pemerkosaan atau sebab lain karena tidak ditemukan sperma baik di luar maupun di dalam vaginanya.

Saat ini, rumah majikan Darsini masih dikelilingi garis polisi. Untuk mempercepat penyidikan terhadap kasus ini, Kompol Ari juga berharap warga bisa memberikan informasi sekecil apapun.

"Karena dari kepolisian tidak akan berhasil tanpa ada keterangan dari warga. Malahan kita berusaha, makanya kita berusaha dengan bantuan dari warga. Insya Allah akan tertangkap," tutupnya.

Sebagai informasi, Darsini ditemukan meninggal dunia oleh Ryan, seorang sekuriti di Perumahan Nuansa Griya Flamboyan Blok I Nomor 20 Jalan Flamboyan II, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan.

Kondisinya setengah bugil, hanya mengenakan tank top saja. Saat ditemukan, mulutnya tersumpal kain dengan wajah tertutup bantal. Posisi tubuh Darsini disebelah kanan pintu yang dibuka Ryan. Persis di depan televisi di samping rumah.

"Saya lihat korban gak pakai celana. Kepalanya tertutup bantal. Saat bantal dibuka kakak saya Sry Haryati, mulutnya tampak tersumpal kain," kata Ryan.

Pemuda ini nekat memanjat pagar dan membuka pintu setelah dikabari Nila (37), tamu di rumah itu. Nila menduga ada yang tak beres karena berulang kali menelepon, Darsini tak menjawab.

Nila datang ke rumah tempat Darsini bekerja, sekitar pukul 06.40 WIB hari Minggu (15/11). Dia mendapati pintu rumah temannya tersebut masih dalam keadaan tertutup.

"Saya sudah menghubunginya beberapa kali, tapi tak ada jawaban. Karena itu saya minta tolong sama orang yang ada disini," jelas Nila.

"Majikannya (red:majikan Darsini) adalah teman saya. Tadinya mau nyusul teman saya ke Semarang karena orangtuanya sakit. Maksudnya, Darsini mau diantarkan ke bandara," ujar Nila. [*]