Minta Kepolisian Transparan

Lembaga Adat Melayu Riau ajak para Cerdik Pandai & Alim Ulama dinginkan suasana di Meranti

Penulis : admin | Jumat, 26 Agustus 2016 - 22:13 WIB

FOTO : Ketua Dewan Harian Lembaga Adat Melayu Riau Al Azhar

Beritariau.com, Pekanbaru -‎ Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau mengajak seluruh pihak baik masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dan seluruh aparat pemangku kepentingan di Kabupaten termuda itu untuk menaharan diri dan memelihara suasana yang kondusif. Sejak awal, LAM Riau mencermati kejadian tersebut merupakan persoalan pribadi.

"Harus bisa menahan diri. Dan kita meminta semua pelanggaran hukum harus diproses. Kita berharap proses itu transparan. Media juga harus berdiri ditengah-tengah," ungkap Ketua Dewan Harian LAM Riau, Al Azhar, Jumat (26/08/16) malam.

Menurutnya, kejadian yang menyedihkan ini cukup berhenti saat ini saja. Kondisi ini, menurutnya, harus dipulihkan dengan cara komunikasi antar seluruh pihak.

"Biarlah kejadian ini menjadi yang pertama dan yang terakhir. Agar menjadi pembelajaran di seluruh Indonesia. Kita tahu, bahwa polisi ada untuk masyarakat. Harus memupuk lagi rasa soliditas," katanya.

Dikatakan Al Azhar, adalah lebih baik menyelesaikan persoalan dengan cara duduk bersama. Kontak fisik, katanya, bukanlah solusi.

Sejauh ini, Al Azhar telah memantau kondisi terkini di Meranti dan sembari mengajak para kaum alim ulama, cerdik pandai dan tokoh masyarakat agar mendinginkan suasana.

Seperti diketahui, kondisi di Kepulauan Meranti mulai kondusif sejak Kapolda Riau Brigjen Pol Supriyanto mendatangi rumah duka almarhum Apriadi Pratama‎. Bahkan, dia ikut mengangkat tandu jenazah Isrusli korban tewas saat demo ratusan massa di Mapolres Kep Meranti, Jumat siang tadi.

‎Bentrokan di Polres Kep Meranti, Kamis (25/8) kemarin dipicu lantaran masyarakat tak terima terkait kematian pegawai Honor Dispenda Pemkab Kep Meranti, Apriadi, usai ditembak dua kali di kakinya.‎

Ia ditangkap dan ditembak lantaran terlibat perkelahian dengan Brigadir Adil S Tambunan di parkiran hotel Furama. Keduanya diketahui ribut hanya gara-gara seorang wanita.

‎Brigadir Adil tewas di tempat setelah ditikam berkali-kali oleh Apriadi. Sedangkan Apriadi tewas setelah di tembak polisi beberapa jam usai proses penangkapan.‎ [red]‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :