Tuntut Transparansi Anggaran Kemahasiswaan

Mahasiswa Fisip UR Tuntut Dekan Tunjukkan Dokumen Anggaran

Penulis : admin | Senin, 03 April 2017 - 21:40 WIB

Fisip UR (foto:net)

Beritariau.com, Pekanbaru - Mahasiswa FISIP Universitas Riau (UR) yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa FISIP Peduli menuntut pihak fakultas untuk transparan terhadap penggunaan anggaran di lingkungan kampus. Tuntutan ini telah disampaikan melalui aksi unjuk rasa pada Kamis (30/3/2017), pekan lalu. 

Melalui rilis yang diterima beritariau.com, Senin (3/4/2017), aliansi ini menegaskan bahwa tuntutan mereka masih akan terus digaungkan. Pasalnya, aksi ini penting dilakukan mengingat kondisi Fisip UR yang carut-marut akibat tidak jelasnya proses keterbukaan informasi terhadap pengelolaan anggaran kemahasiswaan.

Seperti Ketua Aliansi Mahasiswa Fisip UR, Lexsi Fanfair bahwa transparansi anggaran dalam sebuah proses pengelolaan anggaran kemahasiswaan harusnya wajib dilakukan, oleh pihak-pihak yang berwenang. Dalam hal ini adalah dekan beserta jajarannya seperti Wakil Dekan II, sebagai penanggung jawab bagian keuangan serta Wakil Dekan III sebagai penanggung jawab Kemahasiswaan. 

"Kondisi ini akhirnya menyebabkan beberapa mahasiswa penasaran terhadap pengelolaan anggaran kemahasiswaan. Karena itu, Fisip UR wajib melakukan bedah anggaran terhadapa nggaran-anggaran yang masuk kepada fakultas sehingga tidak ada kecurigaanlagi," terangnya.

Dalam aksi pekan lalu, mahasiswa sempat bernegosiasi dengan wakil dekan III yang sepakat untuk untuk melakukan bedah anggaran tersebut pada Jumat 31 Maret 2017 bertempat di gedung Pendopo Fisip UR. Dan dipastikan, aksi tak akan terhenti sampai Dekan Fisip UR bersedia memperlihatkan Dokumen Anggaran Kemahasiswaan yang ada.

Aksi ini mendapat dukungan lembaga mahasiswa lainnya, seperti BLM FISIP UR, HIMIP FISIP UR, dan KOMAHI FISIP UR. Mereka turut hadir pada Jumat (31/03/2017), sesuai janji pelaksanaan bedah anggaran. 

"Saya mendukung gerakan dari kawan-kawan Aliansi Mahasiswa FISIP Peduli saat ini. Akibat gerakan yang dilakukan, saya sebagai salah satu ketua kelembagaan mahasiswa, merasa terpanggil untuk turut memperjuangkan aspirasi yang telah masuk. Saya juga menyayangkan sikap beberapa kelembagaan mahasiswa FISIP UR yang tidak mendukung gerakan ini. Mari kita mulai awalyang baru, bersama untuk mengintropeksi diri kita agar mewujudkan FISIP yang bersih dan bebas dari praktek KKN," terang Bupati HIMIP FISIP UR, Sanjaya. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :