Sektor transportasi penyumbang polusi terbesar di Indonesia

Penulis : user | Kamis, 26 Juni 2014 - 16:03 WIB

Ilustrasi / Merdeka

Beritariau.com - Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan mengadakan seminar Environmentally Sustainable Transport (EST) Forum. Indonesia EST Forum merupakan wadah dialog kebijakan antara kementerian, lembaga, LSD dan akademisi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Kepala Balitbang Kementerian Perhubungan, Elly Adriani Sinaga, mengatakan Indonesia saat ini menjadi salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar khususnya akibat dari kerusakan hutan dan tata guna lahan serta penggunaan bahan bakar fosil. Diantara sektor ekonomi lainnya, sektor transportasi menjadi sumber utama penghasil emisi gas rumah kaca yaitu sebesar 23 persen dari jumlah total emisi nasional.

"Pertemuan pada seminar kali ini kita fokuskan untuk memberikan masukan final bagi penyempurnaan strategi transportasi perkotaan menuju Indonesia EST. Kita juga akan susun National Strategy EST in Indonesia," ucap Elly di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta, Kamis (26/6).

Menurut Elly, pemerintah sebenarnya telah melakukan beberapa hal untuk mengurangi dampak negatif sektor transportasi di perkotaan. Salah satunya adalah perbaikan dan pengembangan angkutan umum melalui penerapan BRT (Bus Rapid Transit) di beberapa kota besar Indonesia.

Selanjutnya adalah dengan penataan kemacetan lalu lintas dengan skema pembatasan lalu lintas three in one, diversifikasi bahan bakar dengan mendorong penggunaan bahan bakar gas, biodiesel dan biofuel.

"Kementerian terkait juga punya program seperti Program Langit Biru, selanjutnya ada program eco-driving serta masih ada kegiatan penelitian baik tingkat nasional maupun internasional," tegasnya.

Dalam seminar kali ini, Elly mengharapkan dapat memutuskan beberapa hal seperti finalisasi konsep strategi transportasi perkotaan menuju Indonesia EST sebagai bagian dari National Strategy EST in Indonesia. Kemudian pengembangan Economic of Low Carbon Cities pada kota-kota lain di Indonesia.

"Kita akan menemukan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan penggunaan bahan bakar rendah sulfur," tutupnya.

Sumber : Merdeka

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :