PT Tropaz Ngaku Alami Kerugian

Digantikan saat ngantor, 19 satpam di Riau dipecat tanpa basa-basi jelang lebaran

Penulis : admin | Senin, 12 Juni 2017 - 22:09 WIB

Para Satpam PT Satria Rajawali Perkasa Yang Dipecat PT Tropaz | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Menjelang hari raya idul fitri, sedikitnya 19 orang petugas satpam PT Satria Rajawali Persada, yang disubkontrakkan ke PT Tropaz, dipecat tanpa pemberitahuan terlebih dahulu baik lisan maupun tulisan.

Bahkan, mereka tak diberikan gaji dan sisa kontrak.

"Kontrak kami dengan PT Tropaz seharusnya sampai bulan Agustus, tapi kami diputuskan kerja pagi tadi tanpa ada pemberitahuan," ujar M Kadri Sapruddin, salah satu satpam, Senin (12/06/17).

Dikatakannya, dia baru mengetahui pagi tadi pukul 07.00 wib saat mau tugas menjaga pos di perusahaan yang bergerak triplek dan kayu itu. Ketika mau masuk pos satpam, dia teman-temannya tak dibolehkan masuk kerja.

"Tiba-tiba sudah ada satpam lain, kami yang 19 orang ini langsung jadi pengangguran. Padahal kontrak kami dengan perusahaan sampai bulan Agustus 2017 ini. Mau hari raya tapi kami malah dipecat," ucap Kadri.

Karena dipecat tanpa basa basi, Kadri dan ‎18 temannya tidak terima. Mereka menduduki pos penjagaan yang sudah dikuasi oleh satpam baru dari PT SRP itu.

Bahkan, kedua kubu satpam tersebut saling sini berpandangan ketika tempat mereka bekerja masih bermasalah.

"Kami tidak mau ribut dengan satpam yang baru, karena sama-sama cari makan. Yang kami inginkan hanya hak kami untuk mendapatkan gaji bulan ini dan sisa kontrak kami sesuai perjanjian‎," kata Kadri.

Mereka sudah mencoba negosisasi dengan pihak perusahaan didampingi Polsek Rumbai Pesisir. Hasilnya, gaji bulan Juni mereka dijanjikan ‎akan dibayarkan.

Namun sisa kontrak mereka tidak diteruskan meski tertulis dalam perjanjian mereka.

"Kami tidak mau serah terima areal dengan satpam baru ‎yang tidak kami kenal itu. Besok kami akan tetap meminta hak sisa kontrak kami. Jadi negosiasi tadi kami cuma dibayarkan gaji perhari, bukan perbualan seperti biasanya," ucap Kadri.

Sementara itu Direktur Utama PT Tropaz subkontrak dari PT SRP, Andreas mengatakan, pihaknya sengaja memberhentikan hubungan kerja sama dengan para satpam karena mengalami kerugian.

"Jadi sudah ada beberapa kali kami kehilangan alat perusahaan, salah satunya alat berat. Mereka lalai dan tidak bisa mencegah pencurian. Kami berat mempertahankannya, perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 200 juta atas kehilangan ini," kata Andreas.

Menurut Andreas, pemecatan dilakukan meskipun dalam kontrak ‎sisa waktu para satpam masih ada 2 bulan lagi. Sebab, dalam perjanjian tertulis pemecatan boleh dilakukan jika satpam lalai dalam bekerja sehingga merugikan perusahaan mereka.

"Ada item dalam kontrak tertulis, kalau perusahaan mengalami kerugian karena mereka tidak bisa menjaga fasilitas dan alat perusahaan karena dicuri," kata Andreas.

Dia menegaskan, pihaknya menjalankan sesuai perjanjian jika perusahaan rugi maka satpam diberhentikan. Dia juga meminta agar permasalahan perusahaan mereka tidak dipublikasikan.

"Pemecatan dilakukan meski belum selesai kontrak. Intinya perusahaan kami berat mempertahankanya. Sudah lah ya, jangan diekspos," pungkas Andreas. [red]‎‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :