Daeng Sempat Dinyatakan Hilang Selama 4 Bulan

Sebulan diburu, Pembunuh di Inhil ditangkap di Sumsel

Penulis : admin | Jumat, 16 Juni 2017 - 20:30 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Inhil - Setelah melacak selama satu bulan, Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hilir (Inhil), akhirnya berhasil meringkus seorang pembunuh di Dusun Banjar Sari Desa Wonosari Kecamatan Pelangiran.

Jn alias Andi (49), diciduk di tempat persembunyiannya di kawasan Kecamatan Tungkal Jaya Kabupaten Musi Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan.

Ia diburu lantaran membunuh tetangganya, Daeng Magassing pada Januari 2017 lalu Usai membunuh, Ia membuang jasad Daeng ke lubang bekas sumur dengan panjang 1 meter dan lebar juga 1 meter.‎

Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung mengatakan, Andi dibekuk pada Jumat (16/06/17) sekitar pukul 08.00 wib saat berada di Sumatera Selatan.‎

"Pelaku berhasil ditangkap dan langsung diborgol dan diinterogasi," ujar Dolifar.

Kepada polisi, Andi akhirnya mengakui perbuatannya.

Seperti diketahui, pada 14 Mei 2017 lalu, warga Dusun Banjar Sari Desa Wonosari Kecamatan Pelangiran, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat oleh seorang warga bernama Mahardi.

Awalnya, Mahardi hendak mencari Damar, namun tak sengaja dia menemukan tengkorak kepala korban.

Tak jauh dari sana, tubuh korban ditemukan, persisnya di dalam lubang bekar sumur.

"Kepala korban terpisah sejauh tiga meter dari lubang lokasi tubuhnya ditemukan. Saat itu jasad korban sudah sulit dikenali, karena kepalanya jadi tengkorak," ucap Dolifar.

Setelah dicek ciri-ciri fisiknya, identitas korban akhirnya berhasil dikenali dan diketahui bernama Daeng Magassing, berusia 65 tahun.

Sebelumnya, Daeng sempat dilaporkan hilang selama empat bulan, ternyata Ia dibunuh.

"Karena sudah lama, kemungkinan sebagian tubuhnya dibawa hewan, sebab itu bagian kepalanya terpisah dari tubuh. Namun yang jelas tak dipenggal karena dugaannya korban dibunuh dengan benda tumpul," katanya.

Dijelaskan Dolifar, dari hasil penyelidikan, sebelum pembunuhan terjadi, antara Andi dan Daeng sempat selisih paham gara-gara sengketa tanah. Diketahui, rumah Andi dan Daeng masih di kawasan yang sama di Dusun Banjar Sari.

Akhirnya, dari hasil penyidikan, terungkap bahwa Andi mendatangi Daeng dan membunuhnya.

"Awalnya pelaku dan korban cekcok mulut gara-gara sengketa tanah antara mereka. Kemudian pelaku emosi dan membunuh korban dengan cara memukul bagian tengkuk korban dengan balok kayu dua kali," kata Dolifar.

Selanjutnya, pelaku memikul tubuh korban dan membawanya ke lubang sumur tak jauh dari rumahnya.

Takut ketahuan orang lain, pelaku menutup lubang itu dengan pelepah kelapa. Usai membunuh, Andi melarikan diri ke Provinsi Sumatera Selatan.

"Pelaku ini termasuk licin, petugas sudah beberapa kali melacaknya. Andi terancam hukuman penjara seumur hidup," tutup Dolifar. [red]‎‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :