Raup Uang Puluhan Juta

Hati-hati! Aksi penipuan lowongan kerja masih terjadi, 17 korban lapor Polisi

Penulis : admin | Sabtu, 17 Juni 2017 - 01:04 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Inhil - Kasus penipuan dengan modus menjanjikan meloloskan seseorang dapat bekerja di institusi pemerintahan masih saja terjadi.

Kali ini, seorang pria warga Jalan Batang Tuaka Kelurahan Tembilahan Kota berinisial SAR dilapor ke kepolisian. Ia diduga menipu terkait lowongan pekerjaan sebagai Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 17 orang yang mengaku menjadi korban SAR melapor ke Polisi. Pasalnya, setelah meminta dan menerima uang dari para korban, SAR malah kabur. Dari seluruh korban, SAR meraup uang puluhan juta.‎

"Satu orang korbannya dimintai uang Rp1,4 juta, ada juga Rp2,4 juta. Kalikan saja, total kerugian semua korban mencapai Rp24 juta,"  ujar Kapolres Inhil AKBP Dolifar Manurung, Jumat (16/06/17).

‎Modusnya, pelaku bermodalkan Hanphone dan blanko palsu, menghubungi korban dan menawarkan pekerjaan sebagai PSM di bawah naungan Dinsos Kabupaten Inhil. Peristiwa itu terjadi pada pertengahan April lalu.

‎"Korban akhirnya memberikan uang, kata pelaku untuk modal pengurusan pekerjaan tersebut. Pelaku juga menjanjikan mereka gaji Rp800 ribu dan diikat kontrak, plus fasilitas lain berupa baju dinas, baju batik dan olahraga," jelas Dolifar.

Para korban pun mengisi blanko palsu yang sudah disiapkan pelaku. Namun setelah berhari-hari berharap dapat pekerjaan tersebut, para korban malah menjadi pengangguran, uang pun lesap dibawa kabur oleh pelaku.

Merasa curiga,para korban mendatangi kantor Dinsos mempertanyakan lowongan kerja yang ditawarkan kepada mereka.

Namun ternyata pihak dinas mengatakan hal itu tidak benar. Jika tiba waktunya menerima pekerja, Dinsos akan membuka lowongan pendaftaran via online dan tak dipungut biaya apa pun alias gratis.

"Saat ini pelaku sudah  ditangkap. Dia dijerat dengan pasal 378 KUHP, ancaman pidana penjara paling lama empat tahun," kata Dolifar. [red]‎‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :