Alasan tak ada anggaran, tahun ini Pemko Pekanbaru tak buat festival lampu colok

Penulis : admin | Senin, 19 Juni 2017 - 17:22 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Beralasan tak memiliki anggaran, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, batal mengadakan tradisi festival lampu colok yang selalu digelar setiap tahunnya pada bulan Ramadan. Batalnya tradisi tersebut sudah terjadi untuk kedua kalinya, tahun ini dan tahun yang lalu.

"Kondisi keuangan daerah tidak memungkinkan. Mau gimana lagi," kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru, Hermanius, kepada wartawan, Senin (19/06/17).

Sebagaimana diketahui, festival lampu colok merupakan tradisi yang ada di tanah melayu bumi lancang kuning. Lampu colok biasanya ditampilkan dalam ornamen dan beragam bentuk untuk penerangan jalan dengan dibuat pola bergambar, seperti perahu lancang kuning, jembatan dan masjid. 

Bahkan, jauh sebelum itu, Dinas Pariwisata Pekanbaru, mengaku sudah pernah mengusulkan dan memasukkan kegiatan tersebut dalam mata anggaran. Bahkan anggaran kegiatan festival lampu colok ini sudah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pariwisata Kota Pekanbaru.

"Memang di DPA sudah masuk, tapi uangnya itu yang tidak ada. Dananya itu tidak bisa minta, karena uang di kas daerah tidak ada," terangnya.

Festival lampu colok memang menjadi tradisi masyarakat Pekanbaru. Setiap malam 27 ramadan. Pemko Pekanbaru rutin setiap tahunya menggelar festival ini. Selain untuk memeriahkan malam 27 ramadan, festival lampu colok ini juga memiliki histori tersendiri bagi umat muslin di kota bertuah ini.

"Dulu masyarakat kita bedagang menunggu malam lailatul qadar, karena bedagangnya lampu colok, maka dijadikanlan itu sebagai tradisi dan kita peringati dengan cara menggekar festival lampu colok di lapangan terbuka," katanya mengisahkan.

Ramadan tahun 2015, festival lampu colok pernah diadakan di lapangan Politeknik Caltex Rumbai (PCR) Pekanbaru. Ribuan warga dari berbagai penjuru kota Pekanbaru tumpah ruah dilapangan PCR Rumbai. Pemko Pekanbaru menggarkan lebih kurang Rp 200 juta untuk menyelengarakan festival tersebut. [bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :