Termasuk Tiga Anggota Pelanggar Etik

Terlibat Narkoba, Komisi Etik Polres Meranti minta Briptu TH dipecat

Penulis : admin | Rabu, 16 Agustus 2017 - 18:27 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Meranti - Sidang Komisi Kode Etik Profesi (KKEP) di Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan (Kep) Meranti akhirnya mengeluarkan rekomendasi pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap Briptu TH, anggota Polri yang kedapatan terlibat dalam jaringan peredaran Narkotika.

"Komisi Etik telah mengeluarkan putusan. Selanjutnya akan ditindaklanjuti," ungkap Kapolres Kep Meranti AKBP Barliansyah, Rabu (16/08/17) sore.‎

Rekomendasi tersebut merupakan keputusan Sidang KKEP yang digelar di Gedung Kemala Bhayangkari Jalan Merdeka Selatpanjang, Rabu (16/08/17) sekitar pukul 09.45 wib.

"Briptu TH. Jabatan Brig Sat Sabhara Polres Kepulauan Meranti, dinyatakan terbukti secara sah dan menyakinkan telah melanggar pasal 12 ayat (1) huruf a PPRI Nomor 1 Tahun 2003. Sehingga sidang memutuskan rekomendasi pemecatan atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari Keanggotaan Polri," demikian petikan putusan Sidang KKEP yang dipimpin Wakapolres Kepulauan Meranti Kompol DR Wawan Setiawan selaku Ketua Komisi.

Selain Kompol Wawan, sidang tersebut juga turut dihadiri Kabag Ren Kompol Areng Swarsono selaku Wakil Ketua Komisi dan Kasubbag Bin Ops Bag Ops AKP Syamsueri selaku Anggota Komisi.

"Pelanggaran Pasal 12 ayat 1 huruf (a) PPRI Nomor 1 Tahun 2003, karena dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap dan berdasarkan pejabat yang berwenang tidak dapat dipertahankan dalam Dinas Kepolisian," ungkap Ketua Komisi Sidang.

Selain Briptu TH, dalam sidang itu juga terdapat tiga polisi lainnya yang dituntut pemecatan atau PTDH, yakni Bripka JY, Bripda RNS dan Brigadir RD. Namun agenda putusan terhadap mereka diskors sampai tanggal 22 Agustus 2017.

‎Dijelaskannya, Bripka JY dituntut atas pelanggaran Pasal 14 ayat 1 huruf (a) PPRI Nomor 1 Tahun 2003, karena tidak masuk dinas Selama 195 Hari Kerja.

Kemudian Bripda RNS karena tidak masuk dinas selama 115 hari kerja dan Brigadir RD karena tidak masuk dinas selama 41 hari kerja.

"Keputusan persidangan terhadap tiga anggota Polri itu diskors sampai dengan hari Selasa tanggal 22 Agustus 2017 Pukul 10.00 wib untuk pembacaan Keputusan," kata Wawan.‎

Selain Komisi KKEP, sidang juga dihadiri Kasat Sabhara AKP Waras Wahyudi, Kasubbag Sarpras Iptu Wisnu Budiarto dan Ka SPKT Polres Kepulauan Meranti Iptu Budi Indra SE.

Ketiganya bertindak selaku Pedamping Terduga Pelanggar. Hadir juga Kasi Propam Polres Kepulauan Meranti, Ipda Ricki Marzuki SH selaku Penuntut dan Brigadir Sie Propam Polres Kepulauan Meranti, Bripda Novia Akmanellya selaku Sekretaris, serta anggota Polri peserta sidang sekitar 25 orang.

Kegiatan Sidang KKEP Polri tersebut berakhir sekira pukul 11.40 wib. Selama kegiatan berlangsung situasi dalam keadaan aman dan terkendali. [red]‎‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :