DPRD: Full Day School dianggap membosankan dan bikin stres siswa

Penulis : admin | Selasa, 22 Agustus 2017 - 16:10 WIB

Ilustrasi

Beritariau.com Pekanbaru - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, H Marlis Kasim, mengaku tidak menyetujui penerapan sistem belajar 5 hari dan 8 jam tiap harinya kepada para siswa atau Full Day School.

Alasan yang diterapkan oleh politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini karena Full Day School dianggap memberatkan siswa ditambah tidak efektif di tengah fasilitas Pendidikan di Sekolah Pemerintah saat ini masih minim.

"Kalau kita lebih baik Full Day School ini tidak diterapkan lagi, karena dampaknya akan membuat siswa stres karena sistem belajar terlalu di forsir," Kata Marlis, saat dikonfirmasi, Selasa (22/08/17).

Menurutnya, penerapan belajar siswa di sekolah dikembalikan seperti biasanya. Dimana, enam hari sekolah selama sepekan ditambah sore hari penerapan sistem belajar agama. Meskipun pada prinsipnya Full Day School saat ini menui pro dan kontra di tengah masyarakat.

"Sebenarnya ada yang mendukung dan ada yang tidak mendukung (Full Day School,red). Seperti di daerah pedesaan, orang tua berpikir dari pada anaknya sibuk main di luar mending waktunya dihabiskan disekolah saja," terangnya.

Sebagaimana diketahui, Presiden Jokowi dikabarkan tidak lagi memberlakukan Full Day School. Jokowi menggantikannya dengan peraturan presiden tentang penguatan karakter anak sekolah. Hal itu akan diserahkan pada kesiapan sekolah masing-masing.

Dengan aturan tersebut, secara otomatis, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017, yang mengatur sekolah 8 jam atau Full Day School tidak berlaku lagi. [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :