Heboh.. Warganet di Riau bincang layanan "Handjob" Glamour SPA Pekanbaru

Penulis : admin | Selasa, 12 September 2017 - 23:00 WIB

GLAMOUR - Lokasi Massege & Spa Glamour di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. | Foto : Facebook INFO RIAU

Beritariau.com Pekanbaru - Postingan gambar Massage and Spa Glamour dari akun Facebook INFO RIAU dengan nama @ForumDiskusiMasyarakatRiau terlihat dibanjiri oleh para warganet. 

Akun INFO RIAU tersebut menyebut tempat pijat yang satu grup dengan Grand Diamond dan berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, dinilai meresahkan masyarakat sekitar karena terindikasi menyediakan layanan prostitusi.

"Tamu yang datang mendapatkan layanan Hand Job dan layanan maksiat lainnya. Trapisnya juga menggunakan pakaian-pakaian seksi yang didatangkan dari Medan," tulis akun Facebook INFO RIAU dalam postingan yang diunggahnya 26 Agustus 2017 lalu.

Postingan ini mendesak Pemko Pekanbaru, mengambil tindakan untuk menutup tempat yang telah menyalahi izin karena tidak sesuai dengan slogan Pekanbaru Madani yang didengung-dengungkan oleh Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT. 

"Pemerintah daerah diminta untuk segera melakukan tindakan penutupan, karena keberadaannya tidak pantas hadir di Kota Madani Pekanbaru," ucap akun itu.

Unggahan itu sontak membuat warganet mengecam. Beberapa orang warganet juga terlihat mendukung dibukanya tempat Massage yang diduga melayani tempat "plus-plus" tersebut.

RESPON WARGANET - Warganet merespon komentar adanya dugaan prostitusi terselubung yang berada di Massege and Spa Glamour di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru | FACEBOOK

Akun 'Anton Juliztyo' berharap Pemangku kebijakan dalam hal ini Firdaus MT, harus segera merespon keluhan warga lewat media sosial tersebut. "Walikota harus tutup tempat ini," tulisnya dikolom komentar.

Akun warganet lainnya, 'Edy Tomong Jo Lah', mengaku kaget dan meminta warga mempertebal iman dan agama. "Cukup mengucapkan kalimah syahadat," tulisnya.

Berbeda dengan akun 'Moh Zakir Yus' yang mengaku mengetahui secara persis bagaimana kondisi yang ada di dalam tempat Spa dan Massage di Glamour itu. Bahkan dia menulis bahwa antara karyawan laki-laki dan perempuan tinggal diatap yang sama.

"Kalau sudah begini, siapa yang bisa menjamin tidak terjadi apa-apa. Maka kumpul kebo massal namanya itu," cetusnya dalam komentar tersebut.

Akun 'Yas Ar' justru mendukung tempat layanan yang diduga menyalahi izin tersebut tetap dibuka. Alasan yang diungkapkannya karena setiap daerah yang maju pasti ada nilai positif dan negatif-nya.

"Dan seperti ini (massage plus-plus,red) akan meningkatkan ekonomi warg setempat. Paling rendah tukang parkir ada tambahan. Sekarang lagi susah cari piti (uang,red) bang. Anak mau sekolah. Yang salah adalah pemkot-nya, kenapa dulunya dikasih izin," tulis akun Yas Ar.

Dari pantauan, postingan ini mendapat 331 komentar, 1.500 akun menyukai dan memberi emotion, dan 20 berbagi. [bam]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :