Pengakuan di Sidang Gugatan

Terungkap! Koperasi Mitra Sejati potong premi asuransi dari nasabah tanpa Polis

Penulis : admin | Rabu, 13 September 2017 - 19:27 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Koperasi Mitra Sejati (KMS) di Kabupaten Pelalawan terungkap melakukan praktik pemotongan Asuransi Jiwa terhadap sejumlah nasabah yang meminjam uang. Anehnya, para nasabah mengaku tak diberikan surat perjanjian bahkan Polis Asuransi atas pemotongan itu.

Hal itu terungkap dalam Sidang ke 8 (delapan) Gugatan seorang Istri Nasabah terhadap KMS yang berlangsung Selasa (12/09/17) kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan yang dipimpin oleh Hakim I Gede Budhy Dharma Asmara.

Suratmi, selaku penggugat, merupakan istri dari Almarhum Sunarso. Ia melayangkan gugatan terhadap KMS lantaran Sertifikat sebagai jaminan atas pinjaman mereka tak dikembalikan oleh KMS pasca suaminya meninggal dunia.

Dalam sidang kali ini, dua orang saksi yang dihadirkan mengungkapkan bahwa Koperasi Mitra Sejati selalu memotong Premi Asuransi Jiwa para nasabah yang melakukan pinjaman. Namun polis tak pernah diberikan.

Selaku nasabah, mereka mengaku tidak pernah mendapat salinan perjanjian dengan Koperasi Mitra Sejati. Perjanjian, diduga dibuat tak menjelaskan secara terbuka kepada nasabah yang kebanyakan merupakan petani kelapa sawit.

"Saya sebagai istri nasabah Koperasi Mitra Sejati, tak pernah diberikan salinan Perjanjian, sama seperti nasabah lainnya. Padahal, potongan asuransi telah dipotong saat pencarian pinjaman," ungkap Sunarti kepada Majelis Hakim.

Sunarti adalah salah satu nasabah yang bersaksi di persidangan kemarin. Ia mengaku mengenal Suratmi, lantaran satu kampung di Desa Silikuan Hulu Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan.

"Suratmi, istri mendiang Sunarso adalah nasabah Koperasi Mitra Sejati, mengalami hal sama dengan saya. Suami saya adalah nasabah yang juga telah meninggal dunia. Jaminan saya juga belum di kembalikan Koperasi Mitra Sejati yang mengaku Sahabat UKM cabang Ukui," beber Sunarti.

Saksi lainnya, Sutiono yang juga nasabah KMS mengaku mengenal Sunarso, istri Suratmi. Ia mengetahui bahwa Sunarso melakukan pinjaman ke KMS ssebanyak Rp1,3 Miliar.

"Karena kami pada tahun 2015, kami sama-sama waktu pencarian pinjaman. Pinjaman saya Rp500 juta. Sunarso lebih besar. Kami menandatangani perjanjian pinjaman tapi tak diberi salinan. Premi asuransi juga dipotong sebelum pencairan. Namun polis asuransi jiwa tidak pernah kami lihat sampai sekarang," ujar Sutiono.

Pasca sidang, Penasehat Hukum penggugat, Riki SH saat dikonfirmasi mengaku optimis gugatan ini bakal dikabulkan oleh Majelis Hakim.

"Kita optimis, saksi yang juga sebagai nasabah dan istri nasabah mengaku bahwa Koperasi Mitra Sejati harus mengembalikan jaminan nasabah kepada keluarganya. Karena nasabah meninggal dunia dan juga dilindungi asuransi jiwa selama pembiayaan atau selama masa pinjaman," ujar Riki.

Terkait salinan perjanjian dan pemotongan premi asuransi tanpa diberikan Polis, Riki menduga ada praktik mencurigakan terkait Jasa Keuangan dalam kasus ini.

"Silahkan tanya langsung kepada Mitra Sejati. Kan mereka potong dari pinjaman nasabah," kata Riki.

Diketahui, dari pinjaman Sunarso sebesar Rp1,3 miliar pada bulan Juni 2015, ternyata potongan sekitar Rp 94  juta. Pihak KMS hanya mencairkan sebesar Rp1,2 miliar, namun perjanjian tak pernah diberikan kepada nasabah. [red]‎‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :