Napi Kabur, Kepala Rutan Minta Bantuan Polisi

Dorr! Mau bacok Polisi, Napi di Dumai terpaksa ditembak

Penulis : admin | Minggu, 17 September 2017 - 00:41 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Dumai - Seorang Narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Dumai, Sabtu (16/09/07) dini hari tadi sekitar pukul 00.15 wib, terpaksa ditembak oleh Satreskrim Polres Dumai.

Di perut Sarifudin (51), warga Jalan Syech Zainuddin, Kelurahan Basilam Baru, Kecamatan Sei Sembilan Kota Dumai ini, terpaksa bersarang peluru timah panas.

Ia merupakan seorang Narapidana Rutan Kelas II B Dumai yang kabur pada Jumat (07/04/17) silam.

"Dia menyerang petugas yang akan menangkapnya menggunakan parang. Sehingga dilumpuhkan dengan tembakan kearah bagian perutnya," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo kepada Beritariau.com, Sabtu malam.

Penangkapan Sarifudin ini, kata Guntur, atas permintaan melalui surat resmi dari Kepala Rutan Kelas II Dumai, tentang bantuan penangkapan terhadap Narapidana yang kabur dari Rutan.

Berdasarkan surat itu, tim Opsnal Satreskrim Polres Dumai bersama anggota Rutan mendapat informasi bahwa terpidana berada di rumahnya langsung bergerak menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penangkapan.

"Di TKP, tim Opsnal dan petugas Rutan lalu berkoordinasi dengan Ketua RT setempat. Namun, karena kondisinya sakit, RT tidak bisa datang," ujar Guntur.

Setelah menunggu sekitar 1 jam, tim Opsnal kemudian melakukan penggerebekan dengan cara mendobrak pintu belakang rumah Sarifudin.

Usai didobrak dan sewaktu pintu terbuka, Sarifudin berlari kedalam kamar. Tim yang telah berada di dalam rumah, pun kembali mendobrak pintu kamar sambil langsung masuk untuk mencari keberadaan Sarifudin di kamar.

‎Ternyata, Sarifudin berhasil mengelabui petugas dengan cara bersembunyi dibelakang pintu kamarnya dan langsung menutup kembali pintu kamar.

"Saat bersembunyi dibelakang pintu dan menutupnya kembali, dia lalu menyerang petugas dengan cara mengayunkan parang secara brutal dan hampir mengenai seorang petugas Rutan yang bernama Dino," ungkapnya.

Melihat situasi sudah membahayakan keselamatan petugas, anggota Opsnal Reskrim langsung mengambil tindakan terukur dan melumpuhkan Sarifudin dengan sebutir timah panas dan mengenai perutnya. Bacokan Sarifudin pun gagal.‎

Anehnya, Sarifudin tak kunjung menyerah.

"Bukannya menyerah, Ia kembali melakukan perlawanan saat petugas akan memborgolnya, namun dapat dikendalikan oleh petugas," kata Guntur.

Setelah diamankan, Ia dibawa ke Puskesmas Sungai Sembilan untuk dilakukan pertolongan pertama, akan tetapi pihak Puskesmas menyarankan untuk dibawa langsung ke RSUD Dumai karena di Puskesmas tidak ada Dokter.

"Kini Sarifudin telah dalam perawatan dokter di RSUD Dumai untuk dilakukan pengangkatan proyektil peluru yang masih bersarang ditubuhnya," tukas Guntur. [red]‎‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :