Merinding! Single baru Mustahil Tuk Bersama & kepergian Ayah Momo Geisha

Penulis : admin | Rabu, 20 September 2017 - 22:50 WIB

BAND GEISHA - Postingan akun instagram grup band Geisha Indonesia | Instagram Geisha Indonesia

Beritariau.com Pekanbaru - Entah kebetulan atau tidaknya, single terbaru Geisha berjudul "mustahil tuk bersama" bertepatan dengan hari pemakaman Jabonar Sinaga, ayahanda dari Narova Morina Sinaga alias Momo, vokalis band papan atas Indonesia, Geisha. 

Dari akun Instagram resmi @GeishaIndonesia, single berjudul mustahil tuk bersama tersebut rencananya bakal dirilis pada Jum'at (22/09/17) atau tepat pada hari pemakaman ayahanda Momo Geisha di Pekanbaru yang telah dipanggil dihadapan sang pencipta.

POSTINGAN - Akun Instagram resmi Geisha Indonesia yang bakal merilis single terbaru "Mustahil Tuk Bersama" atau tepat pada hari pemakaman Ayah Momo Geisha di Pekanbaru | Instagram Geisha Indonesia

 

Soal kebetulan atau tidaknya, tanda-tanda firasat kepergian ayah Momo Geisha ini sebenarnya tampak dalam detik-detik peluncuran single terbaru band Geisha tersebut.

Single hits itu dipastikan batal dirilis karena suasana duka masih berkabung dari band yang besar dibawah label Musica Studio Jakarta tersebut.

Hal itu dibenarkan oleh suami Momo Geisha, Nicolas Reza Samudra, saat ditemui di rumah duka, Jalan Kurnia, Labuh Baru, Pekanbaru, Rabu (20/09/17). Menurut pengusaha furniture asal malang tersebut, proses berkabung masih menyelimuti keluarganya. Soal rilis album itu masih belum terpikirkan oleh Momo Geisha.

"Tak tahu (dirilis atau tidak,red). Ini kejadian (meninggal,red) tiba-tiba. Kita mau fokus ini (prosesi pemakaman,red) dulu," ucapnya dengan dialek khas jawa nya, kepada beritariau.com

Dilihat dari liriknya, single bertajuk "Mustahil Untuk Bersama" ini mengisahkan seseorang yang sedang terpuruk. Masih saling mencintai, nyatanya keadaan mengharuskan dua insan berpisah.

Dalam penggalan lirik lagu tersebut, terdapat ada bait "jika harus berpisah, ya sudahlah... jika terus menangis, menangislah,"

Sebagaimana diketahui, Jabonar Sinaga, yang tak lain adalah ayah vokalis Band Geisha Narova Morina Sinaga alias Momo Geisha ditemukan meninggal di kediamannya di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) pada Selasa (20/9/2017) malam.

Dugaan sementara meninggal nya salah satu orang yang merintis kepengurusan PWI Kabupaten Inhu itu akibat serangan jantung.

Jabonar mengawali karir menjadi wartawan di Mimbar Umum salah satu koran tertua di Sumatera yang mulai terbit sejak tahun 1945 di Sumatera Utara pada tahun 1976. 

Dari situ, tokoh Pers Riau ini pindah ke Kota Pekanbaru dan bergabung dengan harian pagi Riau Pos pada tahun 1991. 

Dan tahun 1992 hingga dirinya tutup usia, Jabonar dipercaya sebagai Kepala Biro (Kabiro) Perwakilan Riaupos di Indragiri Hulu (Inhu) dan menetap di Inhu.

Bahkan, pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis pada Mei 2014 lalu, Jabonar dianugrahi Piagam Penghargaan atas Pengabdiannya selama 30 tahun di profesi jurnalistik, bersama rekan-rekannya antara lain ; Hotman Simanjuntak, Akmal Famajra, Yaunusar Bakar dan Harmen Milano.

Selain itu, Ia dikenal sebagai Tokoh Masyarakat di kalangan masyarakat Batak yang cukup dihormati di Provinsi Riau saat ini.

Jenazah Almarhum sudah dibawa dari Kota Rengat menuju rumahnya di Kota Pekanbaru, tepatnya di rumah duka Jalan Kurnia, Labuh Baru. Dan rencananya bakal dikebumikan, Jum'at (22/09/17) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Uka Garuda Sakti, Panam, Pekanbaru.

Jabonar Sinaga, menghembuskan nafas terakhir di usia 69 tahun. Beliau meninggalkan 1 orang istri, Tinur Maya Nainggolan dan 5 orang anak, Arfan Sinaga, Frando Sinaga, Fopin Sinaga, Boy Sinaga dan Narova Morina Sinaga atau Momo Geisha serta beberapa orang cucu. [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :