Dituding Dalang Perpecahan Kader

Ricuh! Korwil DPP Idris Laena nyaris diusir di Rakerda Golkar Riau

Penulis : admin | Sabtu, 23 September 2017 - 14:52 WIB

RICUH - Suasana Kericuhan Saat Kader dan Simpatisan Partai Golkar Rohul Berniat Mengusir Korwil DPP Idris Laena dari Acara Rakerda Golkar Riau | Istimewa

Beritariau.com, Rohul - ‎Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Provinsi Riau yang digelar ‎di Hotel Sapadia Pasir Pangaraian ‎Kabupaten Rokan Hulu (Rohul)‎, ‎Sabtu (23/09/17) siang sekitar pukul 11.00 wib tadi, sempat diwarnai kericuhan.

Dikabarkan, saat acara berlangsung, sejumlah kader dan simpatisan Partai Golkar Rohul‎, tiba-tiba menerobos masuk ke Ballroom Hotel dan berteriak meminta Koordinator Wilayah DPP Partai Golkar Idris Laena ‎segera tinggalkan bumi Rohul.

Keributan itu, terjadi beberapa saat sebelum agenda Laporan dari Ketua Panitia Pelaksana.‎ Sejumlah kader tiba-tiba masuk dari sebelah kanan Podium dan berteriak. Acara pun sempat dihentikan beberapa menit.

RICUH - Para Peserta Rakerda Partai Golkar Riau Kaget Berdiri Menyaksikan Kericuhan dari Kader Rohul | Istimewa

"Kami minta Idris pergi dari Rohul. Dia ini dalang perpecahan‎ Golkar Rohul. Harusnya dia mempersatukan kader, bukan memecah belah. Saya sendiri dan rekan-rekan yang mau usir dia tadi," ungkap Ketua Bapilu DPD Golkar Rohul, Thamsir, kepada Beritariau.com, beberapa jam usai kejadian.

‎Ia mengaku tak peduli aksi mereka itu dilakukan dihadapan Ketua DPD I Golkar Riau Arsyadjuliandi Rachman, Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli dan Bupati Rohul Suparman serta sejumlah Petinggi Golkar Riau.‎

Pasalnya, kekesalan mereka sudah memuncak dengan sikap Idris yang dituding sukses memecah belah kader di Rohul.‎

Namun, aksi itu terpaksa dihentikan oleh panitia dan kader Golkar lainnya.

SUPARMAN - Bupati Rokan Hulu yang juga Kader Golkar Menemui Kelompok Yang Memprotes Kehadiran Idris Laena | Istimewa

Thamsir menuding, Idris Laena sebagai dalang perpecahan kader Golkar di Negeri Seribu Suluk itu yang membuat ‎kepengurusan DPD II Partai Golkar Rohul, terbelah menjadi dua kubu.

Kubu pertama, yaitu hasil Musda yang digelar 7 Februari 2017 lalu di Hotel Netra, Ujung Batu, yang mengangkat Ketua Fraksi Golkar di DPRD Rohul‎, Nono Patria Pratama, s‎ebagai Ketua DPD II Terpilih.

‎Sehari setelah itu, kubu kedua muncul sebagai Musda tandingan di Hotel Sapadia, Pasir Pangaraian, yang memilih Sari Antoni sebagai Ketua.‎

Di Musda yang memilih Sari Antoni ini, Idris Laena sendiri hadir secara langsung mewakili utusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Kehadiran Idris ini, dinilai Thamsir sebagai bentuk keberpihakan DPP terhadap kandidat Calon.

"Harusnya dia sebagai DPP tak berpihak. Kader Golkar jadi terpecah," tegas Thamsir. [red]‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :