Tanpa Listrik, Andalkan Lilin & Lampu Telok

Tragis! Ibu dan bayinya di Riau hangus terbakar

Penulis : admin | Minggu, 24 September 2017 - 13:26 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Meranti - Sebanyak tiga orang warga Jalan Nusa Indah Gang Sempurna Kelurahan Selatpanjang Selatan Kecamatan Tebing Tinggi Barat Kabupaten Kepulauan Meranti, Sabtu (23/09/17) malam sekitar pukul 21.00 wib, dilaporkan meninggal dunia dengan kondisi hangus terbakar dalam sebuah peristiwa kebakaran yang melanda sejumlah rumah di kawasan itu.

Api baru dapat dipadamkan beberapa jam kemudian.

Ketiganya diketahui, Amei (30) dan dua anaknya Cintia (4)‎ dan Aseng (1).

Rumah mereka, diketahui tak memiliki listrik dan hanya menggunakan lilin serta lampu teplok.

"Di dekat kerangka korban Amei ditemukan anting miliknya, sedangkan di Jasad Cintia ditemukan kalung. Namun, Jasad Aseng belum ditemukan hingga saat ini," ujar Kapolres Kepulauan Meranti La Ode Proyek, Minggu (24/09/17).

Dijelaskannya, peristiwa itu diketahui ketika Supriadi warga setempat ‎pulang menuju rumahnya di Jalan Nusa Indah. Setelah tiba, Supriadi membangunkan anaknya dan membawa masuk ke kamar.

Saat itu, Supriadi melihat api dari rumah Kok Ho, yang ditempati anaknya, Amei, tepat di samping rumahnya.

"Saksi Supriadi mendengar suara teriakan minta tolong dari rumah korban (Amei). Kemudian saksi keluar rumah dan berusaha memadamkan api, tapi tak berhasil dan api semakin membesar," kata La Ode.

Tak sanggup sendirian, Supriadi berteriak memanggil warga sekitar untuk membantu memadamkan kebakaran tersebut.

Namun karena keterbatasan alat, api tidak bisa dikendalikan dan semakin membesar sehingga menyambar rumah Supriadi dan tetangga lainnya, Ading.

Akibatnya, ketiga rumah korban langsung ludes dilahap si jago merah. Setelah rumah habis terbakar, barulah datang mobil pemadam kebakaran pemerintah setempat, dibantu personel TNI dan Polri serta masyarakat sekitar untuk memadamkan sisa api.

"Sekitar pukul 23.00 wib, api berhasil dipadamkan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara dan identifikasi, di rumah Kok Ho ditemukan 2 jenazah ibu dan anak perempuannya. Diduga ada satu jenazah lagi, belum ditemukan, anak dari korban (Amei) juga," ucap La Ode.

Saat ini, kedua jenazah ibu dan anak perempuannya itu sudah dibawa ke RSUD Selatpanjang untuk dilakukan identifikasi dan Visum Et Revertum.

Sedangkan satu jenazah lainnya bernama Aseng umur 1 tahun, masih dicari petugas di antara puing-puing rumah yang terbakar.

"Diduga sumber api berasal dari dapur rumah Kok Ho. Kesehariannya, rumah Kok Ho tidak dialiri listrik dan hanya menggunakan penerangan lilin dan lampu teplok," jelas La Ode. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :