Peternak: PT Hutama Karya Tak Peduli

Proyek Tol Jokowi di Riau ini diduga matikan ratusan ternak Arwana

Penulis : admin | Senin, 25 September 2017 - 23:00 WIB

IKAN MATI - Pekerja Penangkaran Arwana di Kecamatan Rumbai Pekanbaru Menjaring Ikan Arwana Yang Mati dari Kolam. Peternak Menyebut Matinya Ikan-ikan Ini Akibat Dampak Limbah Proyek Jalan Tol Program Jokowi yang Dikerjakan PT Hutama Karya | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Raut wajah penuh kesedihan tak bisa ditutupi Roni (21). Mulutnya terkatup rapat. Ratapan sedih juga terlihat dari bola matanya.

Ia tak banyak berkomentar saat memandangi rekan-rekannya menjaring ikan-ikan Arwana yang mengapung di kolam-kolam milik bosnya bernama Darwin Susandi.

‎Sepintas terlihat, ikan-ikan itu tampak gemuk dan sehat, namun tak bernyawa lagi dan tak bisa lagi memproduksi telur-telur untuk dikembangbiakkan.

Darwin, bos Roni, adalah peternak ikan Arwana yang berdomisili di Pekanbaru. Ia telah menekuni bisnis ini sejak 16 tahun yang lalu. Alhasil, 16 kolam ikan Arwana berhasil dirintisnya yang berlokasi di Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru.

"‎Bulan Maret 2017 lalu, sekitar 100 ekor ikan Arwana saya mati," ungkap Roni kepada Beritariau.com saat disambangi sejumlah wartawan, Senin (25/09/17).

‎Dalam hitungannya, mereka mengalami kerugian totalnya sekitar Rp1 miliar lebih. Ikan Arwana yang dipeliharanya, biasanya memproduksi telur untuk selanjutnya menjadi benih ikan.

"Benih ikan Arwana itu biasanya saya jual untuk membalikkan modal dan keuntungan ternak saya. Tapi dengan kejadian ini, kami rugi banyak, hancur usaha ini," ratap Roni.

Dari 16 kolam penangkaran, yang berisi ikan sebanyak 11 kolam. Setiap kolam, berisi sebanyak 30 hingga 40 ekor ikan arwana dan menghasilkan ratusan butir telur.

Roni mengaku, awalnya bisnis ini berjalan lancar. Tapi, sejak adanya proyek Jalan Tol Pekanbaru - Dumai yang dikerjakan oleh PT Hutama Karya (HK) di sekitar wilayah itu, ikan-ikan langka yang dilindungi ini mati mendadak.

PROYEK TOL - Proyek Penggalian Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru - Dumai. Jaraknya Hanya Puluhan Meter dari Penangkaran Arwana Darwin | Istimewa

Seperti diketahui, proyek Tol itu merupakan Proyek Mercusuar Presiden Jokowi di bidang infrastruktur.

"Karena limbah proyek Tol yang dikerjakan PT Hutama Karya ini. Bulan September ini, ada belasan ekor yang mati lagi," ujar Roni.

Menurutnya, proyek tol itu berdampak negatif terhadap lingkungan sekitar. ‎Limbah penggalian dan penimbunan yang mereka kerjakan menumpahkan lumpur yang beracun, sehingga ternak ikan Arwana milik Darwin mati.

Diduga kuat, akibat limbah penggalian proyek Tol yang dikerjakan PT HK tersebut.

Meski telah melakukan aksi protes dan komplain dengan PT HK, namun pihak perusahaan tak mengganti kerugian yang diderita Darwin.

"PT HK tak mau ganti rugi," ujar Roni.

Ia mengaku, pihaknya sudah berkomunikasi dengan pimpinan PT HK yang berada di lokasi, namun itu tidak membuahkan hasil.

Perusahaan tersebut menolak untuk mengganti rugi dengan alasan tidak berwenang. Pimpinan di lapangan menyuruh Darwin, bos Roni, untuk langsung ke kantor PT HK yang berada di Jakarta.

"Bos disuruh ke Jakarta, sedangkan mereka bolak balik berada disini, ini kan tidak ada niat mereka untuk mau mengganti rugi," ucapnya.

"Sejak ada penggalian proyek tol ini, ikan kami mati. Usaha saya pun tak berjalan lagi, kandungan air yang turun dari lokasi proyek sudah tercemar lumpur yang mematikan ikan," ketus Roni.

Sial bagi Darwin dan pekerjanya.

Ia akhirnya mengubur ikan Arwana miliknya yang mati di sekitaran lokasi kolam tersebut. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :