Bentrok Fakultas Teknik VS Fisip, UNRI bentuk Tim Pencari Fakta

Penulis : admin | Sabtu, 07 Oktober 2017 - 12:49 WIB

BERDAMAI - Rektor UR memfasilitasi Perwakilan BEM & Dekan Fakultas Teknik serta Fakultas Fisipol UR, berdamai pasca bentrokan Kamis (05/10/17) | Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Universitas Riau (UR) tengah membentuk tim pencari fakta dalam mencari tahu penyebab bentrokan dua kelompok mahasiswa dari Fakuktas Tenik Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) yang terlibat perkelahian beberapa waktu lalu.

Adapun tim pencari fakta diketuai oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Syapsan, Dekan Fakultas Teknik Ari Sandhyavitri, Fakultas Fisipol Syafri Harto serta perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR dari Fakultas Teknik dan Fakultas Fisipol

"Tim pencari fakta nanti benar-benar independen. Kami memerintahkan dua fakultas masing-masing berkonsolidasi mulai dari pimpinan, mahasiswa dan unsur kemahasiswaan untuk sama-sama menjaga kondusifitas di fakultas masing-masing," Kata Rektor UR, Aras Mulyadi, saat menggelar konfrensi pers di gedung serbaguna Pascasarjana UR, Sabtu (07/10/17).

Dia menjelaskan bahwa bentrokan antar dua fakultas tersebut, dipicu oleh aksi konvoi Fakultas Teknik yang masuk ke halaman Fakultas Fisipol dengan menggunakan sepeda motor hingga memancing keributan dan membuat beberapa mahasiswa ikut terprovokasi.

"Setelah kejadian ini, kita sudah memberi pengertian dari masing-masing fakultas untuk sama-sama menjaga kondusifitas," terang Aras.

Namun, Kamis (05/10/17) sore hingga malam hari, bentrokan kembali pecah. Bentrokan itu dipicu oleh adanya kesimpangsiuran pemberitaan hingga beragam macam hasutan sehingga membuat mahasiswa terprovokasi.

"Karena adanya hasutan dari ajakan yang ada, kedua belah pihak akhirnya muncul semangatnya untuk melakukan bentrokan kembali. Sehingga terjadi bentrok malam itu," jelasnya.

Dari kejadian itu, dia membenarkan adanya aksi pembakaran. Namun tidak ada fasilitas gedung lainnya yang dirusak. Yang dibakar hanyalah beberapa property seperti papan bunga florist serta pos security yang mengalami kerusakan akibat dirusak oleh benda tumpul serta beberapa kendaraan roda dua yang mengalami kerusakan ringan.

"Yang dibakar itu papan bunga ucapan selamat yang ada di sepanjang jalan. Kebetulan pada saat itu kita lagi menggelar wisuda. Pos Security hanya pecah kacanya saja bukan diserbu karena lemparan," tuturnya.

Untuk menjaga kondusifitas yang ada di kampus, untuk sementara dua fakultas yang berselisih diliburkan dari 6-13 oktober 2017 hingga situasi menjadi aman dan terkendali. Antar kedua belah pihak saat ini juga telah berdamai. 

"Selama melakukan proses ini, masing-masing pihak tidak dibenarkan melakukan tindakan provokatif. Kalau masih terjadi akan diberikan sanksi akademis sesuai aturan dari UR yang berlaku," tegasnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa dari bentrokan dua fakultas ini, tidak akan mengganggu kinerja UR dalam mengejar Akreditasi tahun 2018 karena yang dinilai kinerja komponen dalam kampus.

"Kami melihat Insya Allah tidak berpengaruh. Kami tetap berjuang agar akreditasi UR tercapai di masa yang akan datang," ucapnya yakin.

Dari bentrokan antar dua fakultas di UR itu, dia mengatakan setidaknya ada 15 orang mahasiswa yang mengalami luka ringan serta 2 orang mahasiswa yang masih di rawat di RS Awal Bros Panam dan RS Aulia.

"Semua pengobatan kami dari UNRI yang akan menanggulangi termasuk pengobatan yang rawat jalan. Konvoi wisuda menjadi pemicunya. Kedepan kita tidak mengizinkan kegiatan konvoi," pungkasnya. [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :