5 pelaku pemurni emas ilegal di Inhu diciduk Polisi

Penulis : admin | Senin, 09 Oktober 2017 - 15:41 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Inhu - Kepolisian Resosr (Polres) Indragiri Hulu (Inhu), Minggu (08/10/17) malam menangkap lima orang laki-laki yang diduga melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa izin di Jalan Dusun Tua Pelang, Desa Dusun Tua, Kecamatan Kelayang, Inhu.

Mereka langsung ditahan di Polres setempat untuk penyidikan lanjutan.

Kapolres Inhu AKBP Arif Bastari mengatakan, kelima tersangka yang ditangkap masing-masing inisial SP (38), AF (35), KM (36), HS (30), NR (58).‎‎ Mereka memiliki peran yang berbeda dalam kegiatan ilegal tersebut.

"Para tersangka dijerat dengan pasal 161 juncto pasal 158 Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara," ujar Arif kepada Beritariau.com, Senin (09/10/17). Kasus ini terungkap berkat informasi yang diperoleh anggota Satuan Reskrim dari masyarakat, yang menyebutkan adanya kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa izin di Desa Dusun Tua, Kecamatan Kelayang, Inhu.

Dipimpin oleh Ipda M Aditya, petugas mendatangi lokasi tersebut pada Minggu sekitar pukul 19.00 wib.

Setelah sampai di lokasi, petugas menemukan kelima pelaku sedang melakukan kegiatan pengolahan dan pemurnian emas tanpa izin.

"Petugas juga mengamankan barang bukti, 1 gunting kecil, 50 mangkok kecil yang terbuat dari tanah, 1 kalkulator , 1 korek api mancis, 6 pentolan emas yang berwarna kuning, 2 pentolan emas warna putih," ucap Arif.

Barang lainnya juga diamankan, seperti 1 martil, uang tunai Rp 1.945.000, 1 sanam atau penjepit, 1 alat pembakaran berupa pompa kayu, tabung minyak dan kepala pompa, 1 toples plastik, serta 2 botol berisi air raksa. 

Dijelaskan Arif, untuk tersangka SP, warga Desa Dusun Tua, berperan sebagai orang yang mengolah dan memurnikan emas. Sedangkan tersangka AF, warga Desa Polak Pisang perannya menjual pentolan emas untuk diolah dan dimurnikan.

"Tersangka KM, juga sebagai penjual pentolan emas untuk dimurnikan, begitu juga dengan tersangka HS yang ikut menjual pentolan emas tersebut. Sementara itu, tersangka NR perannya sebagai warga sekitar yang ikut melihat proses pemurnian emas ilegal tersebut, namun tak melapor ke polisi," pungkas Arif. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :