Saat Transaksi Jual Beli Senjata Api Rakitan

Dor! Remaja ini masih berlari walau kakinya ditembak

Penulis : admin | Selasa, 10 Oktober 2017 - 21:07 WIB

ilustrasi

Beritariau.com, Siak - Petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Kandis Resor Siak terpaksa menembak BH, seorang remaja warga Desa Kandis Godang Kecamatan Kandis lantaran berusaha kabur.

Usianya baru 18 tahun. Namun, Ia diincar polisi lantaran terindikasi menjual senjata api (senpi) rakitan ilegal di wilayah itu. Paha kanannya terpaksa dihadiahi timah panas karena berusaha kabur saat disergap Polisi.

Saat itu, Ia akan transaksi jual beli senpi di Jalan Lintas Pekanbaru - Duri kilometer 80 Kelurahan Kandis Kecamatan Kandis.

"Petugas mengejar dan memberikan tembakan peringatan, namun pelaku tak menggubris dan membahayakan petugas. Lalu ditembak paha kanannya," kata Kapolres Siak AKBP Barliansyah kepada Beritariau.com, Selasa (10/10/17).

Meski sudah ditembak, BH masih berusaha lari dengan kaki terpincang-pincang. Polisi pun mengejar pelaku dan berhasil menyergapnya dan dibawa ke Puskesmas Kandis untuk diobati.

"Setelah itu, pelaku dibawa ke Polsek Kandis untuk dilakukan pemeriksaan bersama seorang temannya yang akan menjadi saksi," jelas Barli.

Dari BH, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa 1 pucuk senpi rakitan warna hitam, gagang plastik warna coklat mirip jenis Revolver dengan lobang silinder sebanyak 6 buah. Serta, di dalam silinder ditemukan 1 cartridge kuningan.

Polisi juga menemukan 1 tas sandang warna biru yang terbuat dari kain yang berisikan 9 butir cartridge, ujungnya tertempel peluru jenis senapan angin, serta 1 batang besi bulat padat sepanjang 15 cm.

"Pelaku mengaku senpi rakitan tersebut diperoleh dari almarhum ayahnya yang sudah meninggal satu tahun lalu," kata Barli.

Dari rumah BH, Polisi juga menemukan 1 pucuk benda mirip senjata api yang terbuat dari plastik warna hitam.

Ada juga 52 butir cartridge kuningan yang di ujungnya ditempelkan jenis peluru senapan angin.

Bahkan 104 butir Cartridge kuningan merek Super Fix PL 22 yang berisi mesiu ditemukan petugas, selain itu ada juga 1 kotak peluru senapan angin yang terbuat dari timah dan 200 butir peluru senapan angin yang terbuat dari timah.

"Tersangka dijerat pasal 1 Undang-undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana 20 tahun penjara," pungkas Barli. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :