Rencana Jadikan Iven Pariwisata

Surati Gubri, LAM Riau: Zhong Qiu adalah unsur produk kebudayaan Tionghoa

Penulis : admin | Rabu, 11 Oktober 2017 - 13:40 WIB

Screenshot Surat LAM Riau ke Gubernur Riau | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, membenarkan bahwa surat yang viral dan beredar di Media Sosial (Medsos) itu resmi dikeluarkan oleh LAM Riau sendiri. LAM Riau menyebut surat itu hanya bersifat internal.

Keluarnya surat itu buntut rencana Datuk Setia Amanah Ir Arsyadjuliandi Rachman selaku Gubernur Riau (Gubri) Festival Lampion Raksasa Zhong Qiu atau Festival Kue Bulan menjadi iven tetap (kalender) pariwisata layaknya iven Bakar Tongkang di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir 

"Itu memang surat resmi dari LAM Riau kepada Datuk Setia Amanah Gubernur Riau Arsyadjulandi Rahman," Kata Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Melayu Riau, Datuk Seri H Al Azhar, Rabu (11/10/17).

Alasan surat itu dikeluarkan resmi secara tertulis karena padatnya agenda kerja Gubri Riau turun ke masyarakat. Diapun mengaku heran, mengapa surat itu bocor ke publik.

"Kita mempertanyakan kegiatan Festival Kue Bulan yang akan dibesarkan melalui agenda pariwisata, baik nasional maupun daerah," ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, LAM Riau melayangkan surat Nomor : B-102/LAMR/X/2017 ke Datuk Seri Setia Amanah Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman, Senin (09/10/17).

Surat di tandatangani oleh Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Datuk Al Azhar dan Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Syahril Abu Bakar, Sekretaris Umum LAM Riau M. Nasir Penyalai dan Datuk Seri H Taufik Ikram Jamil.

Para Datuk Pucuk Pimpinan Adat Melayu Riau mengirim surat perihal pernyataan Gubernur Riau terkait Festival Lampion - Zhong Qiu. 

Menurutnya, Festival Lampion Raksasa Zhong Qiu adalah unsur produk kebudayaan Tionghoa yang tidak sesuai dengan visi Riau 2020 yang menjadikan Riau sebagai kebudayaan Melayu dan dikhawatirkan menghimpit budaya asli Nusantara.

Dalam surat itu juga, dia mencontohkan Festival Bakar Tongkang yang ada di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Bakar Tongkang dihidupkan di tanah melayu karena pertimbangan lain.

"Iven Bakar Tongkang tidak ada di komunitas Tionghoa di belahan bumi mana pun. Ini berbeda dengan kegiatan Perayaan Zhong Qiu atau Festival Kue Bulan, ia ada juga di negara lain seperti Singapura," terang Al Azhar.

Dalam website Riau.go.id dijelaskan bahwa Gubri Andi Rachman menyambut baik kegiatan perayaan Zhong Qiu dengan pagelaran pawai lampion raksasa, panggung hiburan dan makan kue bulan bersama, Sabtu (07/10/17) malam.

Andi Rachman beserta jajarannya di pemerintah provinsi Riau akan berupaya menjadikan kegiatan perayaan Zhong Qiu masuk dalam kalender Iven pariwisata.

"Tadi ada beberapa kawan-kawan meminta agar kegiatan ini masuk dalam kalender Iven tahunan pariwisata provinsi Riau bahkan nasional. Menanggapi hal ini saya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata provinsi Riau semoga tahun depan dapat terwujud," ujar Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman. [bam/red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :