Mangkir, Polda Riau panggil lagi Anggota DPRD Siak tersangka penghinaan IKPP

Penulis : user | Rabu, 11 Oktober 2017 - 23:15 WIB

ORASI - Ismail, Anggota DPRD Siak dari Partai Hanura Saat Orasi Menemui Pengujukrasa di Perawang, Kecamatan Tualang. Atas Pernyataannya yang diduga bermuatan Penghinaan, Ismail kini Ditetapkan sebagai Tersangka di Polda Riau | Foto : Hallo Riau

Beritariau.com, Pekanbaru - Pada pertengahan September lalu, Anggota DPRD Kabupaten Siak, Ismail ditetapkan sebagai tersangka dugaan penghinaan kepada Perusahaan Bubur Kertas PT Indah Kiat Pulp and Paper. Itu usai sekali pemeriksaan sebagai saksi lalu ditetapkan tersangka Direktorat  Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Riau.

Untuk kelanjutan kasusnya polisipun melakukan panggilan terhadap Ismail sebagai tersangka. Namun menurut pihak kepolisian yang beraangkutan sudah beberapa kali melakukan pemanggilan, namun tak pernah hadir.

"Sudah dipanggil sekali tak datang, Selasa (10/10) kemarin dipanggil lagi tidak datang, tetap kita panggil lagi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya anggota dewan itu tidak hadir tanpa keterangan walaupun kepolisian sudah melayangkan surat. 
Meskipun begitu, lanjut Guntur yang bersangkutan belum akan ditahan walaupun sudah berstatus tersangka.

Dia menambahkan bahwa untuk pemanggilan anggota dewan tingkat provinsi dan kabupaten/kota tidak perlu izin siapapun. Itu lanjutnya berdasarkan arahan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, hanya perlu melayangkan surat saja.

"Kalau untuk anggota DPR RI memang perlu izin Mahkamah Kehormatan Dewan," ungkapnya.

Polda Riau menetapkan Ismail, anggota DPRD Kabupaten Siak sebagai tersangka dugaan penghinaan terhadap Hasanuddin, salah satu manajemen di perusahaan bubuk kertas PT IKPP. 

"Kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan dengan tersangka berinisial I  yaitu soal Penghinaan. Dia adalah anggota DPRD setempat," kata Guntur waktu itu.

Kasus ini berdasarkan laporan Hasanuddin saat aksi unjukrasa di depan Gerbang PT IKPP, Perawang, Kecamatan Tualang Kabupaten Siak pada Rabu, 26 April lalu. Pasca pernyataannya yang berorasi saat itu, Hasanuddin pun melaporkan Ismail ke Polda Riau dengan nomor laporan LP/193/IV/2017/SPkT/Riau tertanggal 28 April 2017.[Bas]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :