Judi berkedok Gelper & Lampion disinggung dalam Musdalub LAM Pekanbaru

Penulis : admin | Kamis, 12 Oktober 2017 - 13:03 WIB

MUSDALUB LAM - Peresmian Musdalub LAMR Kota Pekanbaru di gedung LAM Riau Jalan Diponegoro Pekanbaru | Beritariau.com2017

Beritariau.com Pekanbaru - Ketua Umum DPH LAM Riau Datuk Syahril Abu Bakar, menyinggung persoalan Judi berkedok Gelanggang Permainan (Gelper) yang ada di Kota Pekanbaru. Dia mengapresiasi kinerja dari Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru dalam menindak penyakit masyarakat tersebut.

Hal itu disampaikannya dalam pembukaan Musyawarah Luar Biasa (Musdalub) I Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kota Pekanbaru, Kamis (12/10/17) di gedung LAM Riau, Jalan Diponegoro Pekanbaru.

Dikatakannya, dalam melakukan kerjasama menghadapi persoalan yang ada di Kota Pekanbaru, pihaknya dalam waktu dekat akan bersilaturahmi dengan kepolisian dalam melakukan koordinasi.

"Kita lihat Polresta Pekanbaru sudah mulai aktif dalam melakukan razia terhadap permainan gelper saat ini. Semoga permainan ini dikembalikan lagi murni menjadi permainan anak-anak seperi izin yang diberikan," Kata Syahril dalam sambutannya.

Selain Gelper, dia juga menyinggung persoalan Festival Lampion yang direncanakan Gubernur Riau (Gubri) menjadi Iven Pariwisata. Menurutnya, kebudayaan itu bukan ciri khas budaya melayu.

"Harusnya yang kita kembangkan itu lampu colok bukan lampion. Jadi kita minta masyarakat keturunan Tionghoa tak usah urus masalah adat kita, biar LAM yang urus, tak usah dikembangkan lagi, kalau cari makan di tanah melayu ini tak masalah," tegasnya. 

Dia berpesan kepengurusan LAMR Pekanbaru kedepan dapat menghidupkan kembali lembaga adat melayu yang ada di Kota Pekanbaru, bagaimana menanta organisasi ini ke arah yang lebih baik.

"LAM Kota Pekanbaru ini barometer  dari LAM Riau. Karena LAM Pekanbaru berada di garda terdepan.  Pintu utama nuansa melayu itu terasa ketika masuk ke Kota Pekanbaru," pintanya.

Sementara itu, Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau Datuk Al Azhar, meminta agar kepengurusan LAMR Pekanbaru nanti, lebih serius dalam membahas persoalan-persoalan yang berkaitan dengan kebudayaan melayu.

"Pengurus kita minta punya sikap menghidupkan organisasi bukan hidup dari organisasi," pungkasnya. [bam]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :