Korupsi retribusi, 3 ASN Dishub Dumai ditahan

Penulis : user | Kamis, 19 Oktober 2017 - 15:23 WIB

Ilustrasi (newshanter.com)

Beritariau.com, Pekanbaru - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah Riau akhirnya mengungkapkan kasus dugaan korupsi dana retribusi terminal barang di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Dumai tahun 2015-2016.
Ternyata perkara itu sudah diproses sejak Oktober 2016 lalu berdasarkan nomor laporan polisinya. Artinya ini sudah berjalan hampir satu tahun.

Perkembangan terbaru nyatanya Polda Riau sudah menahan tersangkanya yang berjumlah tiga orang. ketiga tersangka tersebut merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Dishub. Salah satunya adalah Kepala Unit Pelaksa Teknis (UPT) Dishub.

"Tiga orang sudah ditahan dua hari yang lalu terkait Tindak Pidana Korupsi di Dishub Dumai," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tejo, Kamis (19/10/2017).

Inisialnya IS, Kepala UPT Terminal Barang Dumai, HB selaku Bendahara tahun 2015-2016 dan HH Bendahara saat ini. Dugaan korupsinya itu  berupa penggelapan pajak ditaksir senilai Rp3,983 miliar. 

Lebih rinci Direktur Reserse Krimsus Polda Riau, AKBP Gidion Arif Setyawan mengatakan adapun modusnya yakni IS selaku Ketua meminjam uang kas yang masuk kepada Bendahara secara terus-menerus tanpa mengembalikannya. 

"Uang yang masuk ke Bendahara tapi tak pernah disetor. Dipinjam secara terus menerus oleh kepala UPT selama satu tahun,"  jelasnya.

Atas perbuatannya, ketiganya disangkakan pasal 2 ayat 1 junto pasal 3 juncto pasal 8 Undang-undang Tipikor nomor 31 tahun 1999 sebagaimana dirubah dan ditambah dengan Undang-undang 20 tahun 2001.

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Riau, Sugeng Riyanta membenarkan kemajuan perkembangan kasus tersebut."Iya Hari ini juga ada giat tahap II tiga tersangka korupsi Perhubungan Dumai yang disidik Polda Riau," ucap Sugeng.[bas]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :