Laporkan Oknum Polres Rohul

Gadis di Riau ini ngaku dipaksa anggota Polisi jadi PSK

Penulis : admin | Kamis, 26 Oktober 2017 - 18:34 WIB

ilustrasi

‎Beritariau.com, Kampar - DW (22), seorang gadis muda, warga Kabupaten Kampar, mengaku dipaksa menjadi Pekerja Seks Komersil (PSK) oleh seorang anggota polisi inisial Brigadir ML.

Hal itu diungkapkannya dalam laporannya kepada Polres Rokan Hulu (Rohul), tempat oknum Polisi bertugas.

Ia mengaku selalu dipaksa melayani tamu cafe di Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu. dan diancam akan dibunuh oleh polisi itu bersama pemilik kafe ‎jika tak menuruti kemauan mereka.

Dia tinggal di cafe ARM itu, dan hampir setiap hari dipaksa jual diri.

DW juga mengaku sering diancam Brigadir ML dengan senjata api laras panjang, jika berani melarikan diri dari cafe itu, keluarganya juga akan dihabisi jika dia tidak patuh.

Akhirnya, DW dengan berani melaporkan ML ke Polres Rohul.

"Laporan korban sudah kita terima, dan saat itu sudah memberikan keterangannya, terlapor anggota polisi,” ujar Kapolres Rokan Hulu, AKBP Yusup Rahmanto, kepada Beritariau.com, Kamis (26/10/17).

Sebagai tindak lanjut, Yusup memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut, terlebih lagi yang dilaporkan adalah anggota polisi.

"Kasus ini masih dilakukan pendalaman, dari laporan korban itu nantinya akan ditindaklanjuti untuk memeriksa anggota polisi yang dilaporkan itu, ” kata Yusup.

Informasi yang dirangkum, DW mengaku hampir satu tahun dipaksa melayani tamu di kafe remang-remang ARM di Lintam, Kecamatan Ujungbatu, Rohul.

Awalnya, dia diming-imingi menjadi pelayan rumah makan oleh anggota polisi yang mengaku bertugas di Polres Rohul inisial ML tersebut.

Namun, DW malah diserahkan ke seorang pria yang tidak dikenalnya, dan dan dibawa ke kafe ARM.

Selama disitu, wanita malang tersebut dipaksa melayani nafsu pria hidung belang. Jika dirinya menolak melayani tamu, dia disiksa majikannya.

"Kalau melayani tamu yang benar, jika tidak, tahu kan akibatnya. Nanti saya pukul," ujar AKBP Yusup menirukan ucapan Brigadir ML, berdasarkan keterangan korban dalam laporan.

Suatu hari, DW berhasil kabur dari cafe itu, kemudian dijemput keluarganya di tempat yang telah dijanjikan.

Namun, masih ada sejumlah wanita muda yang berada di cafe tersebut, bernasib sama dengan DW.

"Korban sudah beberapa kali kabur dari cafe itu dan pulang ke rumahnya, tapi diancam terus oleh orang yang mengaku anggota polisi itu, dan kembali lagi ke cafe. Tapi a‎khirnya korban pulang ke rumah dan melapor ke kami," jelas Yusup. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :