Gulat: Kendala Utama Petani Adalah Sertifikat

BPN Kuansing siapkan 9000 Persil TORA untuk Apkasindo

Penulis : admin | Jumat, 27 Oktober 2017 - 01:29 WIB

MoU - KETUA DPW Apkasindo Riau Gulat Manurung dan Kepala Seksi Survey Pengukuran dan Pemetaan BPN Kuansing Muhammad Khomsadi (Berjabat Tangan) Saat Acara MoU BPN Kuansing dan Apkasindo Riau Terkait Program TORA | Istimewa

Beritariau.com, Kuansing - Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Riau kembali melakukan terobosan ditengah kebuntuan atas hak kepemilikan lahan kebun kelapa sawit milik petani.

Satu diantaranya, dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) Apkasindo Riau dengan BPN Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) di Teluk Kuantan, Kuansing, Kamis (26/10/17).

"Kendala utama petani dalam pengurusan sertifikat tanah selama ini terkait kepada akses pengurusan ke BPN, kelengkapan administrasi bukti kepemilikan lahan, dan juga masih masuknya lahan kebun masyarakat dalam kawasan hutan," ungkap Ketua DPW Apkasindo Riau, Gulat ME Manurung dalam sambutannya.

‎Semua kendala ini, kata Gulat, mengakibatkan ketidakpastian di kalangan petani kelapa sawit Apkasindo.

Apalagi, Sertifikasi ini sangat berhubungan dengan program-program Pemerintah seperti Program Re-Planting dibawah Kementerian Pertanian, ISPO dan khususnya kepada Perbankan, dimana semua Program ini selalu mensyaratkan utama yaitu Harus Bersertifikat BPN.

"Kendala ini lah menjadi penghalang legalisasi lahan petani dan hal ini sudah berlarut-larut dan tak terselesaikan," papar Gulat.

Ketua DPD Apkasindo Kuansing H Rofingi, juga turut menyatakan, di Kuantan Singingi, 95 persen kebun sawit rakyat belum bersertifikat.

Ia berharap, melalui kemudahan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat melalui Program Tanah Objek Reformasi Agraria (TORA) ini, tahun 2019 mendatang, 75 persen kebun kelapa sawit rakyat sudah Bersertifikat BPN.

Dalam kesempatan tersebut, Wasekjend DPP APKASINDO, Rino Afrino, yang juga turut hadir, menyatakan bahwa Program Reforma agraria saat ini berbasis Nawacita Jokowi.

Dimana, lanjut Rino, sudah saatnya rakyat menikmati kekayaan alam Indonesia, berupa lahan atau tanah sebagai sumber kehidupan dengan memiliki legalitas kepemilikan lahan berupa sertifikat BPN.

Rino berharap, kerjasama APKASINDO dengan BPN Kuansing ini dapat memberikan akses, edukasi, kepastian, dan percepatan kepada petani kelapa sawit untuk mendapatkan sertifikat melalui program yang ada. 

Seperti program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistem Lengkap), dimana target pemerintah sebanyak 5 juta sertifikat di tahun 2017 dan 7 juta di tahun 2018.

Atas kerjasama dengan Apkasindo ini, menurut Kepala BPN Kabupaten Kuansing yang diwakili oleh Kepala Seksi Survey Pengukuran dan Pemetaan, Muhammad Khomsadi mengatakan, hal ini sangat membantu dan tentu mempercepat Program Pemerintah Pusat melalui BPN dalam hal Reforma Agraria yang saat ini digesa penuntasannya.

Pasalnya, program ini, masuk dalam Program Rencana Program Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Dan target Jangka Panjang adalah, tahun 2025 diharapkan semua persil tanah sudah memiliki sertifikasi dari Pemerintah.

Dijelaskannya, untuk memacu Program TORA ini, tahun 2018 mendatang, BPN menyiapkan minimum 9000 Persil untuk wilayah Kuansing.

Pihaknya berharap, Apkasindo Kuansing dapat memanfaatkan kemudahan dan kesempatan emas ini.

"Program TORA ini tidak dipungut bayaran sama sekali," sebut Muhammad Khomsadi.

‎Untuk pengusulan program TORA‎ ini, Khomsadi menyatakan pendataan dan inventarisasi persil tanah masing masing pemilik, sangat penting sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam pengusulan Program TORA.

"Syarat ini, sangat sederhana dan tak bertele-tele dan BPN selalu bekerja sampai larut malam melayani masyarakat yang mengikuti program Nasional TORA ini," ujarnya lagi.

Sebagai tindak lanjut dari MoU ini, akan dibentuk Tim Bersama antara Apkasindo Kuansing dgn BPN Kuansing, khususnya dalam melengkapi administrasi pengusulan TORA.

Tim ini, akan saling sinergis dalam percepatan pengurusan TORA yang tujuan akhirnya adalah tersertifikasinya lahan kebun kelapa sawit setiap anggota Apkasindo Kuansing.

Sebagai tahap awal proses Program TORA ini, Apkasindo Kuansing akan mendata lahan kebun kelapa sawit milik anggota dan hasil pendataan ini akan diverifikasi bersama dengan BPN.

Dalam akhir Penandatangan, Gulat mengatakan, MoU ini akan segera dilaksanakan juga di 11 DPD APKASINDO se-Riau sehingga program TORA benar-benar dirasakan oleh masyarakat khususnya Petani Kelapa Sawit Rakyat (swadaya).

"Saya titipkan Petani Kelapa Sawit Rakyat di Kuansing agar diperhatikan dan menjadi prioritas dari BPN Kuansing dalam mensukseskan Program TORA bersama Apkasindo," tutup Gulat. [rls]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :