Pasca Penangkapan 5 Terduga Teroris

Tempat latihan teroris, Bukit Gema Kampar dikawal ketat & wajib lapor 1x24 jam

Penulis : admin | Jumat, 27 Oktober 2017 - 23:44 WIB

BUKIT GEMA KAMPAR - Kawasan Camping Bukit Gema Kampar Disebut-sebut Sebagai Tempat Latihan Terduga Teroris Jaringan Anshor Daulah. Lokasi ini Biasanya dijadikan Destinasi Wisata Alam | Detik.com/Travel

Beritariau.com, Pekanbaru - ‎Lima terduga teroris jaringan Jamaah Anshor Daulah yang ditangkap di sejumlah lokasi di wilayah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar oleh Tim Densus 88 Anti Teror, mengaku pernah menggelar latihan di kawasan Bukit Gema di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar.

Kelima terduga teroris jaringan Jambi ini, masing-masing berinisial Ww, BS, YH, HD dan NK ini, akan melakukan serangan teror ke sejumlah kantor Polisi di wilayah kota Pekanbaru. Beruntung, rencana aksi itu digagalkan oleh Tim Densus saat mereka menciduknya.

Dalam pengakuannya, mereka pernh menggelar latihan di kawasan Bukit Gema, Kampar.

Atas pengakuan mengejutkan ini, Kapolres Kampar AKBP Deni Okvianto‎, mengatakan, akan memperketat penjagaan dan pengawalan di wilayah itu

"Akan diperketat, termasuk semua sektor  baik Kontrakan, Pemukiman di Pedesaan dan perkotaan, peruasahaan, perkebunan dan tempat wisata," ungkap Deni kepada Beritariau.com, Jumat (27/10/17).‎

‎Deni menyatakan, Polres Kampar akan memback up Polsek Kampar Kiri mengingat wilayah hukum Polsek tersebut sangat luas yakni mencakup tiga kecamatan yaituKampar Kiri, Gunung Sahilan Darussalam dan Kampar Kiri Hulu.

Apalagi Kecamatan Kampar Kiri Hulu ini lokasinya paling ujung dan kondisi alamnya masih didominasi hutan belantara yang langsung berbatasan dengan Sumatera Barat.

"1 kali 24 jam, tamu wajib lapor. Kita aktifkan kembali sistem keamanan lingkungan melalui Program Polmas," jelas Deni lagi.

Kawasan Bukit Gema ini, biasanya dijadikan sebagai lokasi tujuan wisata alam‎ karena terdapat Air Terjun Batu Dinding. Acap kali, sekelompok masyarakat baik mahasiswa dan komunitas berkemah (camping, red) selama beberapa malam di kawasan ini. 

‎Seperti diketahui, mulai pagi hingga siang pada Selasa 24 Oktober 2017 kemarin, Tim Densus 88 Anti Teror menggulung 5 terduga teroris kelompok Anshor Daulah.

Terakhir diamankan adalah NK alias Abu Aisha di Jalan Kubang Raya Kilometer 5, gang rumahnya, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar.

"NK ‎merupakan terduga teroris kelima yang ditangkap Densus 88 hari ini. Dia ditangkap di jalan Kecamatan Tambang," ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo kepada Beritariau.com, Selasa (24/10/17) malam.

Kelima terduga teroris ini ditangkap di tempat dan waktu yang berbeda.

Target mereka adalah polisi dan markasnya.

Abu Aisha merupakan orang kelima yang dibekuk Tim Densus, menyusul 4 orang rekannya yang telah diamankan sejak‎ pagi tadi sejak pukul 06.00 wib hingga 10.00 wib tanpa perlawanan‎.

Ww dan BS diamankan sekaligus di pinggir Jalan Kopkar Raya kawasan Perumahan Pandau Permai‎ sekitar pukul 07.15 wib, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar.

Ww alias Abu Afif diketahui adalah seorang wiraswasta, kelahiran Jakarta. Ia disebut-sebut sebagai pemimpin alias Amir kelompok ini. ‎Sedangkan BS alias Abu Ibrohim, juga seorang wiraswasta yang lahir di Pariaman. Keduanya tinggal pada satu rumah di Pandau.

‎‎Salah seorang terduga teroris yang dibekuk, BS alias Abu Ibrohim, ternyata baru menempati rumah kontrakannya di Perumahan Pandau Permai, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, selama enam bulan ini.

Dia ternyata berasal dari kampung halamannya di Lubuk Basung, Sumatera Barat yang pindah ke Pandau. Dia sedang mengurus administrasi surat pindah dari Lubuk Basung ke Kampar.

"(Abu Ibrohim) baru enam bulan tinggal di sini, dia pernah bilang berasal dari Lubuk Basung, Sumbar. Dan belakangan ini sedang mengurus surat pindah. Waktu pindah ke sini, dia lapor ke saya," ujar Ketua RT 03 RW 15, Perumahan Pandau Permai, Zainul Arifin kepada Beritariau.com.

Zainul tidak pernah curiga tentang aktivitas Abu Ibrohim. Sebab, terduga teroris ini tinggal di rumah kontrakan tersebut bersama seorang istri dan seorang anak kecil.‎ Istrinya ikut diamankan, namun hanya sebatas saksi.

"Dia pindah kesini bersama anak dan istrinya. Anaknya satu laki-laki," kata Zainul. 

Abu Ibrohim selama tinggal di daerah ini, ternyata rajin ibadah Salat ke Masjid dan mengikuti kegiatan sosial seperti gotong royong bersama warga.

"Dia sering Salat ke Masjid, tak ada mencurigakan. Kalau ada kegiatan gotong royong, dia selalu ikut bersama kami," ujar Zainul.

Menurutnya, Abu Ibrohim  diamankan bukan di rumahnya. Melainkan saat Abu Ibrohim menjemput istrinya di rumah itu.

"Setahu saya tadi diamankannya tidak di rumah, tapi di luar sana," kata Zainul.

Tim Densus juga mengamankan sejumlah dokumen dan barang bukti lainnya dari dalam rumah kontrakkan Abu Ibrohim.‎ Petugas Densus masuk ke rumahnya bersama Kapolres Kampar AKBP Deni Oktavianto, didampingi Ketua RT, Zainul.

"Tadi dibawa barang-barang ada dokumen, ada bawa buku-buku juga dari dalam," ujar Zainul.

Kepolisian menyebutkan, mereka diketahui merencanakan penyerangan terhadap kantor-kantor Polisi di Kota Pekanbaru.

"Di Pos Polisi, Polsek, Polresta dan Mapolda. Targetnya kantor Polisi," beber Guntur.

Selain mengamankan para pelaku, Petugas juga menyita sejumlah barang. Diantaranya, dokumen, Buku Tabungan dan lainnya.

"Saat digeledah kita temukan ada buku ajaran terkait agama, Handphone, Buku Tabungan dan lainnya. ‎Ini kita sita. Tim masih bekerja untuk mendalami," pungkas Mantan Kapolres Pelalawan ini. [red]‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :