Jadi Mahasiswa D1 Perkebunan Kelapa Sawit

Berhenti kutip berondolan, 97 anak buruh tani & petani sawit dikuliahkan Apkasindo Riau

Penulis : admin | Kamis, 02 November 2017 - 01:29 WIB

BEASISWA APKASINDO - Acara Pelepasan 97 Orang Anak Buruh Tani dan Petani Kelapa Sawit di Riau Penerima Beasiswa dari Apkasindo Riau di Bandara SSQ II Pekanbaru, Selasa 31 Oktober 2017 | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah melalui proses seleksi yang panjang dan ketat, akhirnya sebanyak 300 orang Calon Mahasiswa Penerima Beasiswa Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), yang bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS), resmi diumumkan.

Dari 300 Calon Mahasiswa itu, 97 diantaranya dari Provinsi Riau.

Mereka secara resmi diberangkatkan pada Selasa (31/10/17), dari Bandara Sultan Syarif Qasim II Pekanbaru ke daerah kampus tempat mereka akan mengecap pendidikan khusus.

Keberangkatan para Calon Mahasiwa ini di Bandara SSQ II Pekanbaru‎, langsung dilepas oleh Ketua DPW Apkasindo Riau, Gulat ME Manurung

Turut hadir juga jajaran pengurus DPW Apkasindo Riau, antara lain ; Sekretaris DPW Riau, Rino Afrino, Wakil Ketua DPW Bidang Organisasi Sismeidinata, Wakil Ketua DPW Bidang Pendidikan Santa Buana Kacaribu, beserta Ketua DPD-DPD Apkasindo dari 11 Kabupaten/Kota se Provinsi Riau. 

Tawa, canda dan tangis, bercampur ketika para calon mahasiswa ini tiba di Bandara SSQ II Pekanbaru.

Suasana haru dan air mata tak terbendung lagi ketika para orang tua akan melepas keberangkatan anak mereka untuk menjalani pendidikan di kota yang mungkin sama sekali tak terbayangkan oleh mereka sebagai anak buruh tani/petani kelapa sawit.

Seperti apa yang dialami oleh Ilham Saputra, anak buruh tani dari Desa Mamugo Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Ia sama sekali tak pernah bercita-cita dapat berkuliah. Apalagi sampai ke Politeknik Sawit CWE Bekasi Jawa Barat

"Seperti mimpi jadinya saat diumumkan di Internet. Terimakasih kepada Apkasindo, terimakasih BPDP-KS. Dan terkhusus kepada kedua orangtua saya, yang mengizinkan saya untuk tidak ikut membantu memungut brondolan sawit selama 1 tahun ke depan, karena kuliah di Bekasi," ungkap Ilham sambil meneteskan air mata.

"Anak-anak buruh tani dan petani ini, akan kuliah di 2 Universitas ternama, yaitu di Institute Pertanian INSTIPER Jogjakarta dan Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Education (CWE) Bekasi Jawa Barat," ‎ungkap Sekretaris ‎DPW Riau, Rino Afrino.

‎Kedua kampus ini, katanya, sangat berkompeten dalam mendidik mahasiwa di bidang perkebunan, khususnya kelapa sawit.

‎Jumlah yang akan kuliah di INSTIPER Jogja, uajrnya, sebanyak 200 orang yang 65 orang diantaranya dari Riau. Dan,100 orang di Politeknik Sawit CWE Bekasi yang mana 32 orang diantaranya dari Riau.

"Program Beasiswa APKASINDO-BPDPKS ini adalah Program angkatan ke II," terang Rino.

Disebutkan Rino lagi, 300 orang Calon Mahasiswa itu, terpilih dari 21 Provinsi dari seluruh Indonesia yang diterima dan dibiayai secara penuh alias Full Beasiswa.

"97 orang berasal dari Propinsi Riau. Artinya, 32 persen berasal dari Riau. Ini suatu kebanggaan buat kita semua yang bahu-membahu meningkatkan Sumber Daya Manusia di Riau," imbuh Rino.

Kuota ini, diberikan berdasarkan luasan kebun sawit rakyat di Riau yang mencapai 1, 4 juta Hektar, yang merupakan terluas dibandingkan provinsi lain.

Juga atas faktor kinerja kepengurusan Apkasindo Riau bersama pengurus di 11 kabupaten/kota, yang sangat aktif dalam menjalankan program ini sebelumnya di Angkatan I.

"Juga karena aktif melakukan program kerja untuk petani kelapa sawit. Contohnya, belum lama ini, kami melakukan kerjasama dengan BPN untuk Sertifikasi lahan petani sawit, mendata petani swadaya di kabupaten, serta melaunching program pola pemupukan 5T," urai Rino.

Ditempat yang sama, Ketua DPW Apkasindo Riau Gulat ME Manurung mengungkapkan, program pendidikan yang diberikan kepada anak-anak petani ini, setara dengan D1 (Berijazah Diploma 1, red) dengan kurikulum berbasis Kelapa Sawit.

Selama 8 bulan penuh, para mahasiswa ini akan dididik secara teori dan diikuti dengan pendidikan mental semi militer untuk displin dan bela negara.

"Kemudian, dilanjutkan dengan praktek di berbagai perusahaan ternama selama 4 bulan penuh,"‎ terang Gulat.

Dijelaskannya, kurikulum yang disiapkan untuk mahasiswa D1 Kelapa Sawit ini, sangat terstruktur. Diharapkan, usai menempuh pendidikan selama 12 bulan, alumni akan siap menjadi mandor-mandor muda yang kreatif dan profesional berbasis science.

‎"Beasiswa APKASINDO-BPDPKS ini adalah Full Beasiswa,"‎ sebut Gulat.

Artinya, semua kebutuhan biaya ditanggung. Mulai dari keberangkatan dari rumah ke Bandara, Tiket Pesawat, Asrama, Makan, Uang Kuliah, Uang Praktek hingga Uang Saku, semua sudah disiapkan secara utuh.

"Jadi kepada orang tua dari Calon Mahasiwa, tidak usah khawatir. Mohon doa dan restu kepada anak-anak kita, semoga semua lancar dan baik-baik saja selama proses pendidikan," tutur Gulat kepada para orang tua di Bandara SSQ II Pekanbaru.

Kepada seluruh calon mahasiwa ini, Gulat juga meminta agar menjaga nama baik Apkasindo Riau di kampus tempat perkuliahan dan memberikan contoh dan teladan bagi sesama Mahasiswa D1.

Ia juga berharap tidak ada mahasiswa yang dikembalikan ke Riau karena pelanggaran displin atau aturan lainnya.

"Karena biaya yang dikeluarkan negara melalui BPDP-KS menyekolahkan adik-adik sekalian, harus dipertanggungjawabkan melalui prestasi dan displin," pesan Gulat kepada mereka.

Dilanjutkan Gulat, perlunya menyekolahkan anak para buruh tani maupun petani kelapa sawit ini, tak lepas dari anggapan banyak orang, bahwa buruh tani dan petani kelapa sawit masih melakukan usaha tani secara tradisional, khususnya dari aspek agronomis.

Pasalnya, luas Perkebunan Kelapa Sawit Rakyat mencapai 41 persen dari total luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Namun, produktivitas perkebunan rakyat belum optimal.

Kesuksesan dari Apkasindo Riau dalam program beasiswa ini, tambah Gulat, tidak terlepas dari kerja keras teman-teman Pengurus DPW Apkasindo Riau, DPD Apkasindo Kabupaten/Kota se Riau.

"Untuk itu, ucapan salut dan terimakasih atas kerja kerasnya mensukseskan program yang cukup mulia ini," pungkasnya. [red/rls]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :