Pangkalan Terbukti Melakukan Pelanggaran Ditindak Tegas

Tiga Pangkalan Elpiji Subsidi di Pekanbaru "Dibekukan"

Penulis : user | Kamis, 09 November 2017 - 15:26 WIB

Warga Antri Untuk Memperoleh Elpiji Melon Di Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru mencabut izin dengan Pemutuan Hubungan Usaha (PHU) tiga pangkalan elpiji bersubsidi.

 

Hal itu dilakukan menyusul temuan sejumlah pelanggaran, yang dilakukan oleh pengelola pangkalan, diantaranya penyelewengan gas bersubsidi.

     

"Beberapa pelanggaran tidak dapat ditoleransi dan tindakan tegas kita langsung terapkan PHU," kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman di Pekanbaru, Kamis (9/11/17).

     

Diantara pelanggaran yang ditemukan oleh tim pengawas Disperindag Pekanbaru diantaranya adalah pangkalan yang menjual gas subsidi diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000 menjadi lebih Rp22.000 per tabung. 

     

Selanjutnya, beberapa pangkalan kedapatan menjual elpiji ke pengecer hingga menyebabkan kelangkaan. Meskipun tersedia, pengecer akan menetapkan harga elpiji melon selangit, mencapai Rp35.000 pertabung. 

     

Ia menjelaskan, ketiga pangkalan elpiji yang diterapkan PHU diantaranya adalah  Pangkalan Pepi Susanto, Jalan Sidomulyo, Kecamatan Senapelan, dengan nama agen PT Alam Anugerah Sejahtera dengan kuota sebanyak 1.600 tabung perbulan.

     

Kemudian di Pangkalan Usaha Kita, Jalan Harapan Jaya ,Kecamatan Payung Sekaki, dengan nama agen PT Sari Bumi Raya, kuota 1.000 tabung perbulan. Terakhir di Pangkalan Toko Setia Jaya, Jalan Dharma Bhakti Ujung, Kecamatan Patung Sekaki, nama agen PT.Tirta Harapan Sejahtera, kuota 800 tabung perbulan.

      

Lebih jauh, dia menuturkan penindakan terhadap pangkalan elpiji nakal berpotensi bertambah menyusul adanya temuan-temuan dari tim pengawas. Hanya saja, Disperindag Pekanbaru masih perlu melakukan pendalaman lebih jauh terkait temuan tersebut. 

     

"Masih banyak yang akan menyusul sekarang dalam proses penandatanganan surat PHU dari Kadis," ujarnya. 

     

Dengan adanya PHU terhadap tiga pangkalan tersebut, secara keseluruhan Disperindag Pekanbaru telah menindak 23 pangkalan elpiji subsidi nakal sepanjang 2017.

     

Irba menegaskan pangkalan dilarang keras untuk menjual gas bersubsidi kepada pengecer, karena seharusnya pangkalan merupakan tempat terakhir distribusi gas ke masyarakat. 

     

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk proaktif melaporkan pangkalan atau pengecer yang bermain mata, untuk kemudian ditindak lanjuti.

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :