Swastanisasi Sampah Pekanbaru Berpotensi Kembali Gagal

Pengamat Pertanyakan Kebijakan Swastanisasi Sampah Pekanbaru

Penulis : user | Rabu, 29 November 2017 - 19:13 WIB

Ilustrasi Tumpukan Sampah

Beritariau.com, Pekanbaru - Pengamat perkotaan, Mardianto Manan pesimistis rencana Pemerintah Kota Pekanbaru untuk melakukan swastanisasi pengelolaan sampah.

     
"Apabila pengelolaan sampah diserahkan ke pihak ketiga dengan alasan minimnya anggaran, itu sangat tidak masuk akal," katanya di Pekanbaru, Rabu (29/11/17).

     
Menurut Mardianto, jika keterbatasan anggaran dijadikan alasan, seharusnya Pemko Pekanbaru tidak menganggarkan dana sebesar Rp1 triliun untuk pemindahan perkantoran dari Jalan Jenderal Sudirman ke mega proyek Tenayan Raya. 

     
"Kalau bicara anggaran kantor walikota tak pantas dipindahkan ke Kecamatan Tenayan Raya yang menelan anggaran sekitar Rp1 triliun lebih," ujarnya. 

     
Dirinya menilai, yang dibutuhkan Pemko Pekanbaru dalam melakukan pengelolaan sampah adalah keseriusan. 

     
"Saya rasa masalah ini bukan karena uang tapi masalah serius atau tidaknya," tuturnya. 

     
Selain itu, dirinya juga mempertanyakan besaran anggaran  pengelolaan sampah, yang dilakukan secara tahun jamak selama tiga tahun. Dalam hal ini, Pemko Pekanbaru menganggarkan angka Rp58 miliar untuk pengelolaan sampah dengan melibatkan pihak ketiga pada 2018

     
Sementara pada 2019, anggaran meningkat Rp62 miliar dan kembali mengalami peningkatan pada tahun selanjutnya Rp67 miliar. 

     
Menurut dia, indikator pengangkutan sampah terhadap besaran anggaran masih menjadi tanda tanya besar. 

     
"Bagaimana dengan tumpukan sampah yang akan diangkat pihak ketiga tersebut? Sebab pembayaran yang dilakukan sesuai dengan jumlah sampah yang diangkut sampai ke TPA (tempat pembuangan sampah)," ujarnya. 

     
"Kalau seandainya pihak ketiga hanya mampu mengangkut 1/10 dari tumpukan sampah yang diangkat di Kota Pekanbaru, apa keluarnya tetap secara hirarki naik seperti itu?," lanjutnya. 

     
Dia menyarankan untuk penanganan masalah sampah perlu dilakukan studi kelayakan. Terlebih lagi, dia mengatakan Pemko Pekanbaru harus belajar dari pengalaman menggandeng pihak ketiga, PT Multi Inti Guna yang gagal total pada 2016 silam hingga menyebabkan penumpukan sampah di Kota itu. 

     
"Kesimpulannya saya agak pesimis dengan wacana swastanisasi sampah ini kecuali dari awal sudah pernah sukses," tuturnya. 

   
Pemerintah Kota Pekanbaru sebelumnya memastikan untuk menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sampah di ibu kota Provinsi Riau tersebut pada 2018 mendatang. 

     
"Kita berencana mengadakan proyek multi years untuk penanganan sampah dengan menggandeng pihak ketiga," kata Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Muhammad Noer beberapa waktu lalu. 

     
Pemko Pekanbaru sebelumnya telah mewacanakan untuk menggandeng pihak swasta dalam mengelola sampah dalam beberapa waktu terakhir. Sebelum wacana itu direalisasikan, Noer mengatakan pihaknya telah melakukan serangkaian pengkajian. 

     
Menurut dia, dengan menggandeng pihak ketiga dalam pengelolaan sampah Pemko Pekanbaru akan lebih maksimal ditengah keterbatasan armada saat ini. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :