Advertorial

Sah! APBD Riau tahun 2018 Rp10,09 Triliun

Penulis : user | Kamis, 30 November 2017 - 11:48 WIB

KETUA DPRD Riau Disaksikan Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim Menandatangani Berita Acara Pengesahan APBD Riau tahun 2018 Usai Paripurna

Beritariau.com, Pekanbaru - Setelah melalui pembahasan yang alot di Badan Anggaran (Banggar) DPRd Provinsi Riau, akhirnya, Rabu malam (29/11/17), Peraturan Daerah (Perda) tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau tahun anggaran 2018, disahkan.

Besaran APBD Riau 2018 mendatang mencapai Rp10,091 Triliun.

Pengesahan dilakukan melalui dalam Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau dr Sunaryo, didampingi Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Wakil Ketua Noviwaldy Jusman, Kordias Pasaribu.

Sementara dari pihak Pemerintah Provinsi Riau, dihadiri Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim.

Selain itu, tampak para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov Riau.

"Apakah saudara-saudara setuju terhadap laporan yang dibacakan anggota Banggar sehingga Ranperda APBD bisa menjadi Perda APBD 2018," tanya Sunaryo kepada forum Paripurna.

PARIPURNA - Suasana Sidang Paripurna DPRD Riau tentang Pengesahan APBD Riau tahun 2018

"Setuju..," jawab para anggota Dewan yang hadir malam itu.

Paripurna tersebut sempat menuai protes yang keras dari beberapa legislator. Rapat tersebut dihadiri oleh 45 legislator.

Dalam laporannya, Juru Bicara Banggar, Sugeng, menyampaikan, dibandingkan dengan APBD Riau Tahun 2018 mengalami penurunan sebesar Rp306.537.596.971,30 atau 2,95 persen dari tahun sebelumnya (Tahun 2017, red) yang mana pada APBD Tahun 2017, setelah perubahan dianggarkan sebesar Rp10,379 triliun.

Dari Rp10,91 triliun tersebut, terdapat rincian anggaran dari belanja tak langsung sebesar Rp5,773 triliun lebih dengan rincian, belanja pegawai Rp2,3 triliun lebih, belanja hibah Rp1,3 triliun lebih, belanja bantuan sosial Rp12 miliar lebih, belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota Rp1,4 triliun lebih.

LAPORAN - Juru Bicara Banggar DPRD Riau Sugeng Pranoto Membacakan Laporan Banggar APBD Riau 2018

Selanjutnya, belanja bantuan keuangan kabupaten/kota/desa Rp482 miliar lebih, belanja tak terduga sebesar Rp10 miliar lebih.

Untuk belanja langsung, dianggarkan sebesar Rp4,3 triliun lebih dengan rincian belanja pegawai Rp3,6 miliar, belanja barang dan jasa sebesar Rp2,7 triliun dan belanja modal sebesar Rp1,5 triliun.

Disampaikannya, terdapat juga pendapatan daerah sebesar Rp9,001 triliun, pendapatan asli daerah sebesar Rp3,9 triliun lebih yang terdiri dari, pajak daerah sebesar Rp3,2 triliun, retribusi daerah sebesar Rp15,7 miliar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp218 miliar lebih, dan lain-lain, pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp526 miliar lebih.

Untuk dana perimbangan sebesar Rp5,02 triliun lebih, dengan rincian, bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp2,099 triliun lebih, dana alokasi umum sebesar Rp1,4 triliun lebih, dana alokasi khusus Rp1,4 triliun lebih, lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp10,475 miliar dengan rincian pendapatan hibah sebesar Rp2,9 miliar lebih, dana penyesuaian dan otonomi khusus Rp7,5 miliar.

PIMPINAN - dr Sunarya, Pimpina Sidang Paripurna DPRD Riau Pengesahan APBD Riau tahun 2018
Walaupun dipenuhi dengan interupsi, akhirnya DPRD Riau berhasil mengesankan Perda APBD Riau tahun 2018 sebesar Rp10,091 triliun.

Selain Wakil Gubernur Riau, Wan Thamrin Hasyim, turut juga hadir dalam Rapat paripurna yaitu Sekdaprov Riau Ahmad Hijazi, perwakilan Forkopimda Riau, para asisten dan pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Riau.

APBD ini mengalami kenaikan sebesar 2,06 persen dari anggaran yang diusulkan dalam rancangan KUA-PPAS sebelum pembahasan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dengan Badan Anggaran (Banggar) yaitu sebesar Rp 9,887 triliun.

"Bila dilihat dari postur belanja langsung ini, belanja modal sebesar 15,69 persen. Memang tidak ada yang mengatur berapa persentase belanja modal dari APBD, namun harus diingat bahwa belanja modal merupakan belanja investasi pemerintah daerah," kata Sugeng membacakan laporan Banggar.

Lebih lanjut dikatakannya, semakin tinggi belanja modal, maka pembentukan aset tetap akan semakin tinggi.

BERITA ACARA - Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli Menandatangani Berita Acara Pengesahan APBD Riau tahun 2018

Hal ini akan meningkatkan produktivitas daerah sehingga output yang dihasilkan daerah juga semakin besar dan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Belanja modal memiliki manfaat yang panjang, sehingga dampaknya tidak dapat dirasakan pada tahun yang sama," katanya.

Namun, lanjut dia, belanja modal akan dirasakan masyarakat pada tahun berikutnya. Lama dampak belanja modal ini juga sulit untuk ditentukan dan berbeda-beda.

Sementara itu Wakil Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim dalam pidatonya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Riau dan TAPD dalam menyelesaikan APBD ini.

"Saya memberikan penghargaan yang setinggi- tinggi kepada anggota DPRD Riau khususnya kepada seluruh fraksi dan komisi yang telah banyak mencurahkan energi, fikiran, saran, tanggapan dan koreksi terhadap rancangan APBD Riau 2018 ini, sehingga menghasilkan komitmen bersama berupa persetujuan penetapan APBD ini dalam waktu yang relatif singkat ini," katanya.

Menurutnya apa yang telah direkomendasikan bersama ini telah dilakukan penyesuaian dan penyempurnaan baik dari belanja, pengeluaran hingga pendapatan daerah oleh DPRD dan TAPD.

"Dan untuk proses selanjutnya RAPD ini akan kami sampaikan dokumennya ke Kementrian dalam negeri untuk di evaluasi,"jelasnya.

Dan kepada seluruh jajaran eksekutif ia berharap agar dapat meningkat kinerja dalam melaksanakan program pembangunan agar pemanfaatan anggaran bisa maksimal, efektif dan efesiensi. [adv]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :