Peredaran 17 Kg sabu-sabu dalam kemasan teh digagalkan Ditresnarkoba Polda Riau

Penulis : user | Selasa, 05 Desember 2017 - 14:59 WIB

Konfrensi Pers Pengungkapan 17 Kg Sabu-Sabu oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Nandang. Kabid Humas Kombes Pol Guntur Aryo Tejo dan Wadir Ditresnarkoba AKBP Andri Sudarmadi mengeluarkan barang bukti dari karung pisang (istimewa)

Beritariau.com, Pekanbaru - Riau kembali terbukti sebagai jalur keluar masuk Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang. Setelah ada orang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menyelundupkan 5,7 kilogram sabu-sabu di selangkangannya pada Jumat (01/12/2017) lalu, sehari setelahnya ternyata ada juga terungkap 17 kg sabu-sabu.

Itu dilakukan oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau dari dua tempat penangkapan berbeda. Pengungkapan pertama dilakukan pada Sabtu (02/12/2017) di Kilometer 36 di Jalan Lintas Pekanbaru Dumai di Kandis.

Ada dua orang yang akan ditangkap dengan barang bukti 5 kilogram dalam kemasan seperti bahan minuman teh, tapi satu orang melarikan diri berinisial R. Lalu dikembangkan dan ditangkap AS di Sungai Pakning, Bengkalis meskipun hanya diamankan barang bukti dua paket kecil sabu-sabu.

Dua ini adalah orang yang menjemput ke tengah laut yang lima kg. Yang terakhir bahkan baru dua bulan lalu bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Bengkalis dalam kasus yang sama.

"Barang bukti berasal dari Malaysia menggunakan kapal 'Speedboat' dan dijemput di tengah laut dengan perahu kecil untuk diedarkan di Pekanbaru," kata Kepala Polda Riau, Irjen Pol Nandang dalam konferensi persnya, Selasa (05/12/2017).

Selanjutnya 24 jam kemudian pada Minggu (03/12/2017) dilakukan pengembangan dan berujung penangkapan di Jalan Lintas Timur Pekanbaru-Minas, tepatnya di Simpang Bingung. Ada empat tersangka yang diamankan yakni SA, SS, SK, dan AD dimana dua diantaranya adalah mertua dan menantu.

"Barang bukti yang diamankan kurang lebih 12 kg dengan modus disamarkan seolah-olah membawa buah pisang, tapi isinya sabu," ujar Nandang.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan bahwa dua kasus ini masih dalam kembangkan menyelidiki sindikatnya. Untuk penyidikan, nantinya tidak hanya narkoba tapi juga tindak pidana pencucian uang agar harta tersangka juga bisa disita negara.(bas)

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :