Klarifikasi Berita Beredar di Masyarakat

QNet: Jangan kait-kaitkan kami dengan aksi Pembunuh Driver Go Car di Riau

Penulis : admin | Kamis, 07 Desember 2017 - 13:14 WIB

Kapolres Pekanbaru, Kombes Pol Susanto (tengah) didampingi Kasat Reskrim Kompol Bimo Ariyanto (kiri) dan Kasubbag Humas Iptu Polius Hendriawan (kanan) dalam ekspos 4 tersangka pembunuh driver Go-Car (Beritariau.com)

Beritariau.com, Pekanbaru - PT QN Internasional Indonesia, perusahaan penjualan langsung yang cukup dikenal di Indonesia dengan sebutan QNet, menyatakan tidak terkait dengan aksi pribadi pelanggaran hukum oleh mitra kerja mereka yang disebut sebagai Independent Representative (IR).

Hal itu disampaikan atas pemberitaan terkait terungkapnya kelompok pelaku pembunuhan terhadap Nur Aswan (23), Driver (Pengemudi) transportasi berbasis aplikasi Go-Car di Pekanbaru.

Sebelumnya diberitakan, Polresta Pekanbaru berhasil mengungkap kasus pembunuhan Aswan. Empat dari enam pelaku berhasil diringkus dari tempat berbeda.

Para pelaku yang rata-rata berumur 20-an yang banyak berasal dari Sumatera Utara ini, diketahui ikut bergabung di bisnis QNet.

"Mereka cuma bergabung (di QNET), bukan karyawan," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto saat jumpa pers pengungkapan kasus itu, Selasa (28/11/17) lalu.

Atas pemberitaaan di beberapa media, pihak QNet sendiri, menyatakan akan menelusuri pengakuan para pelaku itu.

"Bahwa QNET tidak terkait dengan aksi mitra kerja yang kami sebut sebagai Independent Representative (IR). QNET memiliki peraturan dan kode etik jelas yang wajib diikuti oleh IR untuk mengembangkan bisnis," ungkap Communications Manager PT QN International Indonesia, Pramavita Iswardhani, melalui Surat Elektroniknya yang diterima Beritariau.com, Rabu (06/12/17).‎

Dalam pelaksanaannya di lapangan, lanjut Pramavita, jika ada segelintir dari ribuan IR QNet yang tak mematuhi peraturan dalam mengembangkan bisnisnya, tidak otomatis menggeneralisir kesalahan sepenuhnya kepada QNet atau IR lainnya.

Seperti diketahui, Aswan dilaporkan hilang sejak 22 Oktober lalu. Ternyata Ia dibunuh.

Usai menerima laporan hilang pengemudi Go-Car atas nama Ardhie Aswan yang dipadukan dengan adanya temuan mayat yang sudah jadi tulang di Kandis, Kabupaten Siak pada 7 November, Kepolisian langsung bergerak.

Polisi menemukan rangkaian awal kejadian dimulai saat pemesanan Go-Car oleh enam pelaku di Karoeke Koro-Koro, Panam.

Hasil identifikasi kamera pengintai dari lokasi itulah mengantarkan polisi pada tersangka melakukan tindak pidana.

Kemudian berhasil ditangkap dua orang pada 11 November di perbatasan Pekanbaru-Kampar.

Lalu tim berangkat ke Simalungun Sumatera Utara menangkap LP pada 14 November dan F di Banten pada 22 November.

"Hasil penyelidikan dan keterangan saksi kita menangkap dua pelaku FH dan MT di wilayah perbatasan Pekanbaru-Kampar Sabtu. Dari keterangan tersangka ditangkap dua lagi," kata Kombes Susanto saat jumpa pers.

Setelah melakukan penangkapan empat tersangka, polisi melakukan rekonstruksi.

Diketahui awalnya pelaku memesan Go-Car Avanza dan juga kedua kalinya, namun karena dianggap tidak memiliki nilai jual tinggi maka dipesan lagi ketiga kalinya hingga dapat Suzuki Ertiga.

Enam orang itu meminta mengantarkan ke salah satu Pangkalan bus tujuan Medan. Selanjutnya di tengah perjalanan mereka berhenti alasan mau kencing.

Lalu dilakukanlah tindak pidana itu dengan menjerat korban dengan tali lalu ditarik ke belakang.

"Setelah lemas baru korban dibawa dan dibuang ke Kandis," imbuh Santo.

Setelah itu, mobil dibawa ke Medan akan tetapi karena info hilangnya Mobil dan Pengemudi Go-Car sudah ramai di media sosial, maka diputuskan mobil itu dibuang ke jurang. Lokasinya di Kabupaten Karo, Sumur.

"Dibuang untuk menghilangkan jejak. Jadi motif utama adalah menguasai kendaraan korban untuk dijual dan uang akan digunakan pelaku berangkat ke lokasi tertentu, tapi tak jadi dijual," ujar Kapolres.

Seluruh tersangka yang mengetahui rencana pembunuhan sehingga dijerat Pasal 340 dengan ancaman hukuman mati. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :