Ketua Saracen, Jasriadi tiba di Pekanbaru jalani tahap II kejaksaan

Penulis : user | Kamis, 07 Desember 2017 - 17:19 WIB

Jasriadi, diduga Ketua Sindikat Grup Penyebar Ujaran Kebencian "Saracen" menjalani proses hukum tahap II di Kejari Pekanbaru (istimewa)

Beritariau.com, Pekanbaru - Ketua Sindikat Grup Saracen, kelompok yang disangkakan menyebar kebencian atas nama Jasriadi berasal dari Riau. Dia ditangkap di Pekanbaru beberapa bulan lalu di sebuah rumah kontrakan di Jalan Kasah.

Kini dia kembali ke Pekanbaru dalam rangka menjalani proses hukum. Jasriadi sendiri sudah tiba di Kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru bersama tim pengacaranya pada Kamis (07/12/2017) siang. Lalu dia menjalani proses di Ruang Tahap II Kejati Pekanbaru didampingi pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar) Jakarta tersebut.

Hal itu dibenarkan Kejari Pekanbaru yang telah menerima pelimpahan tahanan dan menyusul berkas tersangkanya. 

"Rencananya akan kita tahan di Rumah Tahanan Kelas II B Sialang Bungkuk Pekanbaru. Sekarang akan lakukan proses Tahap II, tapi masih menunggu berkas dari tim penyidik," kata Kepala Seksi Pidana Umum Kejati Pekanbaru, Yusuf Ibrahim.

Sementara itu, Ketua tim pengacaranya, Zulkifli mengatakan bahwa kliennya disangkakan melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jasriadi sebelumnya ditahan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia dan dilimpahkan ke Pekanbaru karena sudah 120 hari penahahan.

"Karena lokasi dan penangkapannya di sini maka dilimpahkan ke sini, nanti juga kemungkinan sidang di sini tergantung jaksa kapan sidangnya," ujarnya yang akan mendampingi Jasriadi bersama sembilan pengacara lainnya.

Terkait perkaranya, Zulkifli menyatakan pada intinyaJasriadi tidak menyebar kebencian dan membuat berita hoax untuk kepentungan politik. Jasriadi, kata dia hanya membuat akun dengan nama orang lain atau memalsukan saja.

"Misalnya ada postingan akun dari Vietnam ada gambar porno, dia 'hacker' dan memakainya agar jangan sampai akun ini masuk ke Indonesia. Jadi kami lihat sangkaan oleh penyidik tidak benar atau. Memang benar banyak sekitar ribuan akun dibuatnya, tapi bukan untuk ujaran kebencian," ungkapnya.

Jasriadi, kata dia juga tidak menyudutkan siapapun dan pengusutan kasus ini menurutnya hanya kepentingan politik saja. Itu terlihat juga dari situs miliknya Saracenews.com yang dikatakannya hanya memuat konten yang biasa saja, tidak mengandung unsur ujaran kebencian.(bas)

 

     

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :