Delegasi KTT One Planet Summit

Dampingi Menteri LHK, Noviwaldy satu-satunya perwakilan Parlemen di Indonesia ke Paris

Penulis : admin | Senin, 11 Desember 2017 - 21:30 WIB

BERBINCANG - Wakil Ketua DPRD Riau, Ir Noviwaldy Jusman berkomunikasi dengan Menteri LHK Siti Nurbaya dan jajarannya, saat rehat di Turki sebelum bertolak ke Paris Francis | Istimewa

Beritariau.com Pekanbaru - Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Noviwaldy Jusman, mendadak mendapat undangan berangkat ke Paris Francis, mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya.

Pimpinan DPRD Provinsi Riau dari Politisi Partai Demokrat ini, diundang dalam pertemuan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) One Planet Summit Delegation of Republic Of Indonesia yang diselenggarakan di Paris, mulai 11 hingga 14 Desember 2017.

Pria yang akrab dipanggil Dedet ini mengatakan bahwa dirinya ditunjuk pusat melalui Menteri LHK, untuk mewakili kepentingan daerah pada pertemuan tingkat tinggi dunia di Paris. 

"Saya sekarang baru nyampai, mendampingi Bu Menteri. Pertemuannya besok acara jam 07.30 waktu Paris," kata Dedet, Senin (11/12/17).

Dedet tidak sendiri. Kunjungan didampingi oleh Menteri LHK, Siti Nurbaya, Kepala Biro Kerjasama Luar Negeri, Sespri Men-LHK, Kepala Bagian Kerjasama Multilateral Biro Kerjasama Luar Negeri, Ajudan Men-LHK, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim dan Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim.

Dari pengakuannya, Dedet ditugaskan memaparkan tentang kondisi kekinian Indonesia tentang Accelerating Local and Regional Climate Action dengan sampling Provinsi Riau.

Kunjungan menarik katanya, nantinya akan meninjau kawasan hutan di Bois de Bologna, bagaimana nantinya kota mampu memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetika.

"Yang terpenting bagaimana menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota, mendukung pelestarian keanekaragaman hayati," jelasnya.

Sebagai informasi, Paris Agreement atau Kesepakatan Paris adalah perjanjian dalam kerangka PBB (UNFCCC) mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi, dan keuangan, yang diharapkan akan efektif pada tahun 2020.

Persetujuan ini dinegosiasikan oleh 195 negara pada Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-21 di Paris, Prancis, pada tahun 2015, dan kemudian ditandatangani pada peringatan Hari Bumi tanggal 22 April 2016 di New York, Amerika Serikat.

Hingga Maret 2017, tercatat 194 negara telah menandatangani Paris Agreement. 141 negara telah meratifikasi perjanjian ini. Indonesia merupakan salah satu negara yang menandatangani perjanjian ini pada 22 April 2016. [red]

 

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :