Penulis : Roy Manurung

Saat Bu Mega membaca Andi-Suyatno, aku melongo, aku bertanya..

Penulis : admin | Minggu, 17 Desember 2017 - 23:24 WIB

CAGUB RIAU - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri Membacakan Sosok Paslon Pilgub Riau, Andi Rachman - Suyatno Saat Rakor PDI Perjuangan | Screencapture video 20detik.com

Beritariau.com, Pekanbaru - ‎"Dia ini pertahana. Saya berfikir, dia bagus. Namanya Ir Arsyadjuliandi Rachman MBA, dikenal dengan Andi Rachman," ucap Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri, Minggu (17/12/17) pagi saat mengumumkan nama Pasangan Calon dan Wakil Gubernur Riau di acara Rapat Koordinasi (Rakor) PDI Perjuangan.

Ucapannya itu, disambut tepuk tangan‎ para kadernya.

Pernyataan itu dimuat lengkap di berita video yang dilansir Detik yang berdurasi 3 menit 29 detik.

HM Harris akhirnya gigit jari. Surat Rekomendasi dari DPP Partai PDI Perjuangan untuk dirinya yang diberikan belum lama ini untuk tampil sebagai Calon Gubernur di tahun 2018 nanti, dipastikan hangus. Banteng Merah mendadak berubah sikap.

Video ini, menjadi perbincangan hangat jelang akhir tahun ini. Andi, sukses 'menyalib' HM Harris sebanyak dua kali. Meski kalah oleh Harris di sejumlah lembaga survei, namun Golkar dan PDIP masih dapat 'digenggam' Andi.

Namun, soal dukung mendukung ini adalah urusan Partai Politik. ‎Itu hak mereka.

‎Yang menarik dan patut disimak adalah pernyataan Putri Proklamator RI, Megawati Soekarnoputri. Entah apa yang menjadi dasar penyandang nama besar Soekarno ini, ‎melukiskan sosok Andi dan Suyatno. Video yang kuputar dan mungkin juga diputar jutaan masyarakat Riau ini, membuatku melongo.

"Karena dia banyak prestasi. Jadi, mendapat penghargaan Kalpataru tahun 2016. Lalu, penghargaan Satya Bumi Lestari itu tiga tahun berturut-turut, 2014, 2015 sampe 2016," ucapnya seperti dimuat di video di 20detik.com.

Di video itu, Mega tampak memegang naskah yang ditangannya saat bicara di podium.

"Jadi perhatian beliau itu adalah penataan kampung. Sehingga juga mendapatkan penghargaan program Kampung Iklim‎ tahun 2015 - 2016," sambung Mega lagi.

Harusnya, idealnya, rakyat harus percaya dengan apa yang disampaikan Mega. Rekam jejaknya tak diragukan lagi. Pemimpin Partai yang memperoleh suara terbanyak di Pemilu 2014 lalu ini, pasti menyampaikan apa yang dirasakan rakyat.

Aku melongo lalu bertanya :

Apakah Bu Mega telah mengetahui dan menyadari bahwa Andi resmi jadi Gubernur Definitif hanya sekitar 19 bulan setelah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) selama sekitar 20 bulan?

Yakin kah Ibu Ketua mengeluarkan kata-kata 'Banyak Prestasi' itu, benar dicapai Andi dengan rentang waktu pemerintahan sesingkat itu?

Apakah Bu Mega tahu, pertumbuhan ekonomi di Riau justru di bawah pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya berkisar 2 persen? Padahal, di nasional, Indonesia tumbuh 5 persen.

Ibu Megawati yang terhormat, boleh tunjukkan Kampung-kampung mana yang telah di tata oleh Andi?

Dan, apakah Ibu Mega tahu, apa yang menyebabkan tiga orang ‎kader-kader terbaik Golkar yang duduk sebagai Bupati, yaitu Syamsuar, HM Harris dan Yopi Arianto, ramai-ramai ingin maju melawan Andi?

Apakah Bu Mega tahu yang dipilih rakyat Riau di Pilgub lalu adalah Annas Maamun sebagai Gubernur Riau, bukan Andi?

Cukup soal Andi, kini giliran Suyatno.

"Wakilnya, itu adalah Bapak H Suyatno. Dia adalah Bupati Rokan Hilir, kader PDI Perjuangan. Sosoknya itu ramah. Lalu saya perhatikan, kepemimpinannnya itu partisipatif‎," ‎kata Mega.

Di video terlihat, ternyata Sang Ketua sedang membaca, bukan ber'suara'.

"Dan menaruh perhatian besar terhadap kebudayaan. Tahun 2017, meraih Juara Umum dalam Kategori Bakar Tongkang. Budaya ini, menggambarkan istilahnya, 'Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung',"‎ sambungnya.

Betul dan benar adanya. Bakar Tongkang adalah salah satu iven wisata di ‎Riau. Yang merupakan acara tahunan di Rokan Hilir yang berjuluk Negeri Seribu Kubah. Ini, iven budaya ‎masyarakat Tiong Hoa di Rohil.

Namun, kata 'Dimana Bumi Dipijak, Disitu Langit Dijunjung'‎ yang dibacakan Bu Mega terhadap prestasi Suyatno itu, membuat penasaran.

Bukan kah pepatah itu untuk para pendatang atau perantau yang harus menghormati Adat Resam tempatan?

Kok malah sebaliknya dan dibikin jadi prestasi Suyatno jadi Kepala Daerah dalam hal kebudayaan?

Bu, yang dilestarikan dan dikembangkan pak Yatno ini, apakah Budaya Melayu atau..?

Dan, terakhir yang sangat menarik.‎ ‎Sebelum berakhirnya video itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengundang Andi Rachman dan Suyatno untuk tampil ke depan forum Rakor.

"Paslon dari Riau yaitu Bapak Andi Rachman dan Bapak Suyatno, kami persilahkan untuk tampil ke depan. Perhatian terhadap Lingkungan cukup besar, sebagaimana disampaikan Ibu Ketua Umum‎ dan kita berikan tepuk tangan," ujarnya.

'Perhatian terhadap Lingkungan'. Ini lah tagline‎ sosok Paslon Andi-Suyatno yang diumumkan oleh pria kelahiran Yogyakarta ini, meminjam kata Ibu Ketuanya, Megawati.

Lagi-lagi, saya ingin bertanya, ‎apakah Ibu Ketua dan pak Hasto tahu, sikap Andi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Riau dan sikapnya terhadap isu lingkungan di Riau?

Sambil menunggu apa kata para aktivis lingkungan, menonton berita video ini, saya hanya bisa melongo lalu bertanya..

Selamat Berjuang Memenangkan Hati Rakyat pak Andi-Suyatno..! (*)

 

Penulis adalah Pimpinan Umum Beritariau.com

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :