Ekskavator Ditangkap Saat Melakukan Perambahan Hutan Menjadi Perkebunan Sawit

Gakkum LHK Wilayah ISI Tangkap Ekskavator di Kawasan TNTN

Penulis : user | Jumat, 22 Desember 2017 - 16:30 WIB

Barang Bukti Ekskavator Saat Di Balai Gakkum Wilayah II Sumatera, Pekanbaru

Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Seksi Wilayah II Sumatera menangkap satu unit eskavator di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, Riau.

Selain ekskavator, petugas turut mengamankan tiga orang pelaku. Masing-masing berinisial M, A dan M. Mereka merupakan operator alat berat tersebut.
     
"Satu unit eskavator berikut tiga pelaku kita amankan. Saat ini kami masih terus melakukan pendalaman," kata Pelaksana Harian Gakkum KLHK Seksi Wilayah II Sumatera, Sunardi di Pekanbaru, Jumat. 

     
Sunardi menuturkan Eskavator tersebut ditangkap pada Kamis siang (21/12) kemarin di salah satu kawasan TNTN. Keberadaan eskavator tersebut berbatasan dengan Desa Situgal, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Singigi. 

     
Dirinya menduga, eskavator tersebut masuk melakukan perambahan melalui desa tersebut. 

     
Selain satu unit eskavator merk Hitachi, ia mengatakan turut diamankan tiga orang pelaku. Mereka adalah operator, pembantu operator dan pembantu distribusi bahan bakar dari luar kawasan TNTN menuju lokasi perambahan. 

     
"Tiga orang inisial M, A, dan M. Masih kita periksa," ujarnya. 

     
Lebih jauh, ia menuturkan penangkapan itu merupakan tindak lanjut dari laporan tim patroli Yayasan TNTN medio pekan ini. Laporan tersebut lantas ditindaklanjuti dengan dikerahkan tim gabungan melibatkan TNI dan Polri. 

     
Direktur Yayasan TNTN, Yuliantoni menjelaskan saat ini hutan primen TNTN hanya berkisar 20.000 hektare, sementara sisanya dari total luasan 81.000 hektare disulap menjadi perkebunan sawit dan dalam kondisi rusak. [Don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :