Tersangka Merupakan Satu Dari Ratusan Tahanan Sialang Bungkuk Kabur Mei 2017 Silam

DPO Sialang Bungkuk Ditangkap Edarkan Esktasi

Penulis : user | Kamis, 18 Januari 2018 - 16:23 WIB

Beritariau.com, Pekanbaru - Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kota Pekanbaru membekuk seorang pengedar narkoba jenis ekstasi. Hasil penyelidikan polisi, ternyata tersangka merupakan buronan dalam kasus kaburnya ratusan tahan Rutan Sialang Bungkuk Mei 2017 silam. 

     
"Tersangka telah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) yang lari dari Rutan Sialang Bungkuk," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Deddy Herman di Pekanbaru, Kamis (18/1/18).

     
Deddy menuturkan awalnya polisi hanya memperoleh informasi bahwa tersangka bernama Rahmadani alias Dani itu merupakan jaringan pengedar narkoba di ibu kota Provinsi Riau tersebut. 

     
Polisi kemudian berupaya melacak keberadaan pria berusia sekitar 25 tahun itu dan langsung memancing tersangka dengan berpura-pura sebagai pemesan narkoba. 

     
Tersangka yang tidak merasa curiga kemudian memenuhi permintaan polisi untuk bertemu di Jalan Teratai, Pengadilan Negeri Pekanbaru. Penangkapan sendiri berlangsung pada Minggu (14/1) awal pekan ini. 

     
"Dari tangan tersangka, kita sita enam butir pil ekstasi warna Pink dan ponsel," ujarnya.

     
Hasil dari penyelidikan polisi, terungkap ternyata bahwa tersangka mengaku merupakan satu dari ratusan tahanan Rutan Sialang Bungkuk yang kabur beberapa waktu lalu. 

     
"Kita juga coba koordinasikan kebenaran ini ke Kemenkumham serta Satreskrim dan dipastikan dia adalah DPO Rutan Sialang. Dia ditahan di Rutan dalam kasus curanmor dan sedang menjalani proses sidang," ujarnya. 

     
Saat ini tersangka mendekam dibalik jeruji guna mempertanggung jawabkan seluruh perbuatannya. Selain itu, Deddy memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan penyelidikan dan pengembangan dalam kasus tersebut. 

     
Sebanyak 478 tahanan dan narapidana dari Rutan Sialang Bungkuk kabur pada awal Mei 2017 lalu. Hasil penyelidikan diketahui pemicunya karena masalah kelebihan kapasitas dan pungli yang dilakukan oleh oknum pengamanan rutan terhadap tahanan.

     
Hingga kini, sebanyak 100 lebih tahanan yang berkeliaran dan belum berhasil ditangkap petugas. 

     
"Yang masih kabur sebagian kasus narkotika dan obat-obatan terlarang. Ini tentu menggunakan jaringannya, hasil sementara teknologi sebagian besar ada di Aceh dan Medan, tak menutup kemungkinan ada yang sudah keluar Indonesia," kata Kepala Polresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto akhir 2017 lalu. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :