Cenderung Mendekati Kerumunan Manusia

Harimau Terkam Warga di Inhil Alami Perubahan Perilaku

Penulis : user | Senin, 12 Februari 2018 - 13:24 WIB

 Beritariau.com, Pekanbaru - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menyatakan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) yang menerkam warga di Kabupaten Indragiri Hilir beberapa waktu lalu mengalami perubahan prilaku. 

     
"Dari apa yang kita temukan, dia mengalami 'in-habituasi'. Perilakunya berubah, dari awalnya menghindari manusia, sekarang justri mendekati kerumunan," kata Kepala Bidang Wilayah I BBKSDA Riau, Mulyo Hutomo kepada Antara di Pekanbaru, Senin (12/2/18). 

     
Perubahan perilaku harimau yang sempat menerkam seorang warga di perkebunan kepala sawit, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir itu ditunjukkan saat harimau terus terlihat di sekitar perkebunan. 

     
Bahkan, harimau betina yang diperkirakan berusia 4 hingga 5 tahun itu terlihat tidak "sungkan" saat berhadapan dengan sekelompok orang. Itu ditunjukkan dengan rekaman vidio yang diterima Antara. 

    
Harimau itu sebelumnya menerkam warga hingga tewas pada awal Januari 2018 lalu. Korban bernama Jumiati tersebut merupakan salah seorang karyawan lepas PT THIP. Perempuan berusia 33 tahun itu tewas dengan kondisi mengenaskan saat bekerja di KCB 76 Blok 10 Afdeling IV Eboni State.

     
Selama 37 hari proses pencarian, dia menuturkan tim dan masyarakat telah beberapa kali melihat langsung harimau tersebut. 

     
Mulyo menjelaskan satwa itu kerap berkeliaran disekitar jalan poros areal perkebunan sawit. Bahkan, tim penyelamatan harimau yang terdiri dari BBKSDA Riau, Polres Indragiri Hilir, dan lembaga pemerhati satwa melihat langsung si kucing belang itu. 

     
Namun, pihaknya tidak dapat serta merta menangkap harimau tersebut. Terlebih lagi menembaknya dengan bius. Menurut dia, pihaknya masih terus mengandalkan perangkap yang tersebar di sekitar areal jelajah satwa itu. 

     
Dirinya optimis satwa buas itu akan dapat segera ditangkap untuk kemudian dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, terutama dari jangkauan manusia. 

     
Sementara itu, ia menambahkan selama 37 hari proses pencarian, pihaknya banyak mendapati perangkap-perangkap mematikan yang dipasang oleh para pemburu. Dia menuturkan sedikitnya pihaknya membongkar 20 perangkap. 

     
"Beberapa dari mereka (pemasang perangkap) sempat kita temui. Bahkan ada yang pernah kita proses hukum. Tapi akhrinya mereka pergi sendiri. Sekarang kita fokus melakukan penyelamatan harimau. Mudah-mudahan segera dapat diselamatkan dari sana," ujarnya. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :