Kedua Terdakwa Dituntut 1,8 Tahun Penjara

Dua Terdakwa Dugaan Korupsi Anggaran Bencana Pelalawan Dituntut Bersalah

Penulis : user | Selasa, 13 Februari 2018 - 20:44 WIB

Suasana Sidang Tuntutan BTT Pelalawan

Beritariau.com, Pekanbaru - Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Pelalawan menuntut dua terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi anggaran Bantuan Tak Terduga (BTT) Kabupaten Pelalawan dengan hukuman satu tahun delapan bulan penjara. 

  

Dalam sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di hadapan majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Bambang Mulyono tersebut, JPU menilai kedua terdakwa masing-masing Andi Suryadi dan Kasim terbukti memenuhi unsur tindak pidana korupsi.


"Menuntut terdakwa dengan pidana penjara satu tahun delapan bulan penjara dikurangi masa tahanan," kata JPU Antoni Riza saat membacakan surat tuntutan  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru, Selasa (13/2/18).

  
JPU menjerat kedua terdakwa dengan Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 KUHP. 

     
Selain hukuman satu tahun delapan bulan penjara, JPU juga meminta kepada majelis hakim agar kedua terdakwa membayar denda masing-masing Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan. 

     
Menanggapi tuntutan tersebut, Kasim dan Andi Suryadi menyatakan akan mengajukan pembelaan atau pledoi. Majelis hakim mengagendakan pembacaan pledoi, baik secara tertulis dan lisan pada persidangan berikutnya.

     
Perkara yang menyeret kedua terdakwa ke meja hijau itu berawal saat Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan yang dipimpin Lahmuddin mendapatkan anggaran BTT sebesar Rp8 miliar. 

     
Anggaran itu bersumber dari APBD Pelalawan pada 2012 silam. Dana tersebut awalnya diperuntukkan untuk penanganan bencana alam dan kegiatan sosial kemasyarakatan. 

     
Namun, anggaran itu justru tidak digunakan sesuai peruntukan. Kedua terdakwa diduga melakukan penyimpangan pada anggaran itu dengan modus menyalurkan anggaran dengan pertanggung jawaban fiktif. 

    
Selain Kasim dan Andi Suryadi, perkara ini juga menjerat mantan Kepala BPKAD Kabupaten Pelalawan Lahmuddin. Namun, berkas keduanya terpisah sehingga proses sidang juga dilakukan pada waktu berbeda. 

    
Dalam perkara ini, Kasim merupakan pihak swasta sekaligus pengurus Persatuan Golf Indonesia (PGI) Pelalawan sedangkan Andi Suryadi staf dari BPKAD Pelalawan, anak buah Lahmuddin.

     
Andi Suryadi menerima aliran dana sebesar Rp90 juta dan uang itu digunakan untuk membeli tiga kamera guna kepentingan pribadi. Kamera itu sudah disita oleh kejaksaan.

     
Sementara, Kasim menikmati dana BTT sebesar Rp125 juta. Dana untuk bencana dan kebutuhan mendesak itu, digunakan untuk biaya turnamen golf. 

     
Hasil penyidikan, dana itu digunakan dengan tiga modus, yakni penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan, penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan dan dana fiktif serta penggunaan dana tidak sesuai peruntukkan dan menguntungkan orang lain. Akibatnya kerugian negara mencapai Rp2,4 miliar. [Don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :