Tinjau Lokasi Karhutla Dengan Helikopter

Kapolda kantongi identitas pembakar lahan di Meranti

Penulis : admin | Kamis, 22 Februari 2018 - 18:31 WIB

PANTAU KARLAHUT - Kapolda Riau Irjen Pol Nandang MH Memantau Lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan Menggunakan Helikopter. Nandang Sempat Mengabadikan Lahan Terbakar Dengan Handphone Miliknya | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Nandang MH memantau langsung ke lokasi titik api yang terpantau satelit. Ia bersama Kepala Staf Korem 031 Wirabima I Nyoman Parwata dan sejumlah Pejabat Utama Polda Riau dan Staf Rem Wirabima, menggunakan Helikopter ke lokasi kebakaran di sejumlah Kabupaten.

"Kita tadi keliling di wilayah Kabupaten Siak, Meranti, Rohil dan Dumai. Kita lihat masih ada terbakar dan ada juga yang sudah pendinginan," ungkap Nandang, Kamis (22/02/18).

Peninjauan ini, katanya, selain untuk memantau upaya pemadaman, juga untuk melihat potensi pelanggaran hukum dalam kebakaran itu.

"Kita selidiki, apakah dibakar atau terbakar," tegasnya.

Sejauh ini, katanya, pihak Kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran. Salah satu yang diduga sengaja dibakar adalah yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti.

"Yang di Meranti, sudah kita kantongi identitas walau sudah keburu kabur," terangnya.

Sebelumnya, bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali melanda Provinsi Riau. Dalam beberapa pekan terakhir, Titik Panas (Hot Spot, red) mulai meningkat.

Sebagian diantaranya terpantau sebagai titik api dengan level keyakinan (Level Confidence, red) diatas 70 persen.

Dilaporkan, sejak Januari hingga Februari, lasan lahan yang terbakar mencapai ratusan hektar. Pemerintah Provinsi Riau sendiri, telah menetapkan daerahnya berstatus Siaga Karhutla.

Penetapan itu, didasarkan temuan di lapangan bahwa kebakaran terjadi merata di seluruh wilayah, kecuali Kuantan Singingi, sejak awal 2018.

Laporan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger, hingga Februari 2018 sudah 633 hektare lahan menjadi arang karena terbakar.

"Ada 11 kabupaten kota yang lahannya terbakar sampai Februari ini, totalnya lebih kurang 633 hektare," kata Edwar di Pekanbaru, Selasa (20/02/18) lalu.

Pemadaman telah dilakukan secara masif, baik melalui jalur darat maupun udara dengan teknik water bombing.

Water bombing menggunakan helikopter yang disiagakan di Lanud Roesmin Nurjadin atau helikopter bantuan perusahaan.

"Water bombing sudah 163.000 liter air digunakan. Belum lagi yang digunakan oleh tim darat dari Polri, TNI, Manggala Agni, dan instansi terkait lainnya," ucap Edwar.

Menurutnya, kebakaran lahan paling luas terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti. Sejak terjadi kebakaran di sana, setidaknya ada 211 hektare lebih lahan terbakar, sebagian besarnya berstruktur gambut.

Berikutnya Kabupaten Indragiri Hulu dengan total luasan 121 hektare, kemudian Kabupaten Bengkalis 88 hektare, Kota Dumai 86 hektare, serta Pekanbaru dan Pelalawan, masing-masing 31 hektare lahan terbakar.

"Paling kecil di Rokan Hulu 1 hektare, Siak Seluar 2,5 hektare, Kampar 15 hektare, Rokan Hilir 21 hektare, dan Indragiri Hilir 24 hektare," sebut Edwar.

Dengan penetapan Siaga Karhutla, kata Edwar, pihaknya kian mengintensifkan pemadaman dan penanggulangan kebakaran lahan di titik api terpantau supaya tidak terjadi bencana asap. Kebakaran lahan terluas di Riau terjadi di Kabupaten Meranti.

Satu-satunya kabupaten yang bebas dari kebakaran adalah Kuantan Singingi.

Sementara itu, Kepolisian Daerah Riau menyebut kebakaran masih terus berlangsung. Setelah pemadaman di Kepulauan Meranti, kebakaran terpantau di Bengkalis dan Siak.

Menurut Kabid Humas Polda Riau, Kombes Guntur Aryo Tejo, kebakaran di Siak terjadi di Kampung Mengkapan Kecamatan Sungai Apit. Petugas gabungan dari Polri, TNI, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduki Api (MPA) dikerahkan untuk menjinakkan api.

Menurut Guntur, pemadaman memang berhasil dilakukan, tapi petugas tetap waspada dengan mendinginkan lahan terbakar supaya tidak berkobar lagi.

Lokasinya sangat sulit karena tidak bisa dilalui kendaraan roda empat.

"Petugas hanya bisa masuk berjalan kaki sejauh 500 meter, setelah menggunakan sepeda motor dengan jarak 3 kilometer," ucap Guntur.

Guntur menerangkan, lahan terbakar merupakan milik warga bersemak belukar.

Sebagiannya sudah ditanami sawit dan masih mengeluarkan asap karena kondisi tanah gambut, meski sudah dipadamkan.

"Lahan tersebut kini masih dalam proses penyelidikan kepolisian," kata Guntur. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :