Anggaran Karhutla Riau 2018 Anjlok 77 Persen

Penulis : user | Jumat, 02 Maret 2018 - 16:25 WIB

Tarmidzi

Beritaku.com, Pekanbaru  - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menyoroti minimnya anggaran pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau pada 2018.


Fitra Riau menyebut, anggaran Karhutla Riau 2018 anjlok 77 Persen atau sebesar Rp6,8 dibanding tahun sebelumnya. 

     
"Terjadi penurunan signifikan hingga 77 persen untuk alokasi anggaran Karhutla 2018. Tahun ini alokasi anggaran sebesar Rp6,8 miliar, sementara tahun lalu mencapai Rp29,3 miliar," kata Kepala Bidang Riset dan Advokat Fitra Riau, Tarmidzi di Pekanbaru, Jumat (2/3/18).

     
Tarmidzi menyebut, Pemerintah Provinsi Riau tidak melakukan perencanaan yang baik dibanding tahun-tahun sebelumnya dalam mengalokasikan anggaran Karhutla. 

     
Disisi lain, dirinya mengakui jika selama dua tahun terakhir, 2016 hingga 2017, kondisi Karhutla di Provinsi Riau berhasil ditekan signifikan. Namun, dia mengingatkan, bahwa hal itu tidak lepas dari kondisi cuaca yang dibarengi oleh adanya fenomena La Nina. 

     
Namun, dia menilai pemerintah Provinsi Riau tidak boleh lupa dengan kondisi kabut asap parah akibat Karhutla pada 2015. 

     
Terlebih lagi, dia mengkhawatirkan kondisi di 2015 terulang lagi mengingat hingga dua bulan pertama Februari 2018 kebakaran lahan di Riau mencapai lebih dari 750 hektare di 11 kabupaten dan kota. 


Wilayah Meranti merupakan daerah yang mengalami kebakaran terparah mencapai lebih dari 230 hektare.

     
Kondisi itu terancam lebih parah saat akademisi Universitas Riau merilis hasil penelitian yang menyebut kebakaran lahan gambut di Meranti sebenarnya mencapai 1.224 hektare. 

     
"Seharusnya Pemerintah belajar dari 2015 lalu," ujarnya. 

     
Selain menyoroti "anjloknya" anggaran pencegahan dan penanggulangan Karhutla, Fitra turut menilai belum baiknya koordinasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Riau dalam menangani Karhutla. 

     
Dia menilai, seharusnya Pemprov Riau mulai berbagi tugas di masing-masing OPD. Misalnya, Dinas Lingkungan dan Kehutanan fokus melakukan pencegahan, dan BPBD Riau penanggulangan serta Dinas Kesehatan melakukan pemulihan korban dampak Karhutla. [don]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :