Diduga mendukung Paslon di Pilgub, enam orang Kades dipanggil Panwaslu Kuansing

Penulis : admin | Jumat, 02 Maret 2018 - 16:39 WIB

KLARIFIKASI - Anggota Panwaslu Kabupaten Kuansing, melakukan klarifikasi terhadap dugaan pelanggaran enam kepala desa yang diduga mendukung salah satu pasangan calon | Istimewa

Beritariau.com Kuansing - Sebanyak enam orang Kepala Desa (Kades) dipanggil oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Panggilan dari Panwaslu Kuansing kepada enam Kades terkait keikutsertaan Kades dalam Kampanye Dialogis di Kecamatan Sentajo Raya pada 21 Februari 2018 silam.

Anggota Panwaslu Kuansing, Teddy Niswansyah mengatakan, pemanggilan enam kades tersebut, terkait temuan 5 orang Kades di Kecamatan Sentajo Raya yang yang diduga ikut serta dalam kampanye salah satu Paslon.

"Panwaslu Kuansing memanggil untuk meminta klarifikasi," Kata Teddy, kepada wartawan, Jum'at (2/3/18).

Sementara itu, 1 orang kades dipanggil terkait dugaan melakukan postingan gambar dari salah satu pasangan calon di media sosial Facebook.

"Terlapor sampai hari ini bersikap kooperatif dalam pemanggilan yang kita lakukan," terangnya.

Panwaslu Kuansing akan mengkaji dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh keenam orang Kades tersebut. Apakah memenuhi unsur pelanggaran atau tidak.

"Jika memenuhi unsur kami akan merekomendasikan kepada pejabat yang berwenang" ucap komisioner Panwaslu Kuansing, Nur Afni.

Ketua Panwaslu, Mardius Adi Saputra menuturkan bahwa Undang-undang nomor 10 tahun 2016 pasal 70 melarang Paslon melibatkan kepala desa.

"Di Undang-undang Desa nomor 6 tahun 2014 pasal 29 menyebutkan larangan bagi kepala Desa ikut serta dan atau terlibat dalam kampanye Pemilu dan atau Pemilihan Kepala Daerah," pungkasnya. [red]

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :