Minta Propam Periksa Perintah Penangkapan

Kompolnas RI awasi kasus 3 oknum Polda Riau yang diduga peras bandar narkoba

Penulis : admin | Minggu, 11 Maret 2018 - 16:55 WIB

Komisi Kepolisian Nasional | Istimewa

Beritariau.com, Pekanbaru - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI menyatakan, dugaan pelanggaran dan tindak pidana yang dilakukan oleh ‎3 (tiga) oknum anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau terhadap terduga bandar narkoba, harus diusut tuntas.

Kompolnas menyatakan akan ikut mengawasi proses pelanggaran etik, displin dan hukum dalam kasus ini.

Bahkan, Kompolnas meminta Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Riau mengusut apakah ada Perintah Penangkapan terhadap terduga bandar berinisial AH yang ditarget (TO, red) tersebut, yang dilakukan ketiga oknum Polisi yang diketahui berpangkat Brigadir itu.

"Kompolnas ikut mengawasi kasus ini. Demi profesionalitas Polri, proses pemeriksaan terhadap oknum aparat ini harus tegas. Propam juga harus memeriksa, apakah benar ada perintah tangkap dan tahan. Ini, harus ada efek jera agar tak ditiru yang lain," ungkap Komisioner Kompolnas RI Poengky Indarti kepada Beritariau.com, Minggu (11/03/18).‎

‎Indarti, panggilan akrab aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini menyatakan, seharusnya pelaku tindak pidana harus melalui proses hukum yang benar.

"Jika benar korban (AH, red) adalah bandar, harus dilanjutkan proses hukumnya. Bukan dimintai uang dan dilepas," jelasnya.

Terkait penem‎bakan terhadap AH saat penggerebekan, Indarti menyatakan, penembakan memang dibenarkan dalam penegakan hukum. Namun, harus memakai standar HAM.

"Jika ada perlawanan yang membahayakan nyawa aparat, maka Polisi boleh menembak. Jika tak ada, maka penangkapan tak boleh melanggar HAM. Polisi, harus menaati Perkap (Peraturan Kapolri, red) Nomor 08 tahun 2009 tentang HAM," urainya.

Ditegaskannya, narkoba adalah masalah serius.‎ Sehingga, aparat penegak hukum tidak boleh main-main. "Terduga bandar narkoba ya harus diproses, bukan dimintai uang lalu dilepas," ‎tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah seputar apakah ada perintah penangkapan terhadap terduga bandar narkoba itu, Komisaris Besar Hariono selaku Direktur yang memimpin Satuan Anti Narkoba di Polda Riau ini, belum berkomentar.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 3 (tiga) orang personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berpangkat Brigadir dan seorang warga sipil akhirnya ditangkap Polres Rokan Hulu (Rohul) atas laporan memeras terduga pemakai narkoba, 

Ketiganya aparat hukum itu, diduga memeras seorang warga Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai, Rohul berinisial AH (41).

Informasi diperoleh Beritariau.com, kejadian berawal melalui serangkaian aksi penangkapan yang mencekam.

AH awalnya ditangkap oleh ketiga personel itu pada 13 Februari 2018 silam sekitar pukul 23.00 wib. Saat itu, mereka membobol masuk rumah AH. AH dipukul dan kakinya ditembak. Kejadian itu dilihat oleh sejumlah saksi.

Anehnya, meski melarikan AH ke sebuah Rumah Sakit (RS) untuk mendapatkan perawatan, AH tak mendapat proses hukum.

Disinilah, diduga kuat terjadi pemerasan. Ketiga anggota itu memintai uang kepada AH. Jumlahnya pun cukup fantastis, sebesar Rp250 juta. Namun, AH dan keluarganya hanya menyanggupi sebesar Rp200 juta.

Setelah menerima uang itu, ketiga oknum Polisi itu pun melepaskan AH tanpa melakukan proses hukum.

Tak terima atas kejadian itu, pada 7 Maret 2018 lalu, AH melaporkan peristiwa yang dialaminya ini ke Polsek Tambusai. Ia melaporkan peristiwa perampokan atau pemerasan yang dialami.

"Dari laporan korban ini, Polres Rohul langsung menyelidiki dan akhirnya menahan para pelaku. Ya, tiga pelaku oknum anggota Ditnarkoba," ungkap Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Polisi Guntur Aryo Tejo, Sabtu (10/03/18).

Ia mengaku, pihaknya sejauh ini masih mendalami kasus ini. "Sementara dugaan pemerasan. Ada barang bukti uang ditemukan bersama para pelaku," ungkapnya.

Selain ditangani Polres Rohul, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) juga diturunkan untuk menyelidiki pelanggaran internal kepolisian dalam kasus ini. [red]‎

Laporkan Berita dan Peristiwa Sekitar Anda ! SMS ke : 081378705055 atau ke alamat email : redaksi@beritariau.com (harap lampirkan identitas diri).


Berita Terkait :

Komentar Via Facebook :